Suaranusantara.com – Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Andes Hantavirus.
Pernyataan ini disampaikan Justin, dalam merespon pernyataan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) mengungkapkan terdapat 2 kasus suspek Hantavirus di Indonesia yang masing-masing berada di DKI Jakarta dan Yogyakarta.
“Ini bukan penyakit main-main. Sejak terjadi pertama kali di atas kapal pesiar MV Hondius, virusnya sudah menyebar. Dan kini, Singapura, negara tetangga kita telah mengisolasi 2 orang warganya yang diduga mengidap virus itu,” ujar Justin.
“Bahkan, Kemenkes belum lama ini juga melaporkan bahwa ada 2 warga negara kita, satu di Jakarta dan satu lagi di Jogja, telah menjadi suspek pasien dari virus Hantavirus ini. Jadi, Pemprov DKI harus meningkatkan kewaspadaannya. Jangan sampai ini lolos dan mewabah di Jakarta nantinya,”tambahnya.
Justin juga mengingatkan bahwa Hantavirus ini berpotensi mematikan pasiennya. Dari 8 kasus Hantavirus yang dikaitkan dengan penyebaran di MV Hondius, 3 di antaranya telah meninggal dunia.
“Virus ini juga mematikan. Memang, hingga saat ini persebarannya masih terbatas dan kami harap akan tetap seperti itu. Tetapi, sudah ada 3 orang yang meninggal dunia karena terjangkit oleh virus tersebut. Sehingga, kita perlu serius dalam menghadapinya,” jelasnya.
Terkait satu pasien suspek yang berada di DKI Jakarta, Justin mendesak Pemprov untuk segera mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengawasan yang ketat.
Ia menilai, riwayat perjalanan pasien serta orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya harus segera ditelusuri agar potensi penyebaran dapat ditekan.
“Harus diketahui sang pasien sudah pergi ke mana saja sebelumnya dan berinteraksi dengan siapa saja,” sambungnya.
Selain itu, Justin juga meminta agar lingkungan sekitar tempat tinggal pasien dan lokasi perawatannya diawasi secara ketat agar virus tidak menyebar ke masyarakat luas.
Menurutnya, upaya pencegahan juga harus dibarengi dengan penguatan kampanye hidup sehat di tengah masyarakat sebagai langkah antisipasi.
“Jangan sampai virusnya ini kemudian tersebar kepada orang-orang lainnya. Kemudian, gerakan hidup sehat di tengah-tengah masyarakat juga perlu digencarkan untuk berjaga-jaga,” pungkasnya.
