Suaranusantara.com – Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan menilai Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung belum memiliki prioritas dan keseriusan dalam menangani persoalan banjir yang terus berulang di Ibu Kota.
August mengaku kecewa karena besarnya anggaran penanganan banjir dinilai belum tercermin dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan yang efektif di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan August merespons banjir besar yang terjadi usai hujan deras mengguyur Jakarta pada Senin (4/5/2026) petang.
“Menurut saya, Mas Pram tidak serius. Karena banjir sudah dianggap sebagai bagian dari nasib Jakarta, maka permasalahannya tidak ditangani dengan baik. Kalau gubernurnya seperti itu, orang-masyarakat bisa kecewa,” tegasnya.
Ia menyoroti besarnya anggaran pengendalian banjir yang telah dialokasikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025, anggaran pengendalian banjir mencapai Rp2,6 triliun. Sementara pada APBD Tahun Anggaran 2026, anggaran banjir kembali dialokasikan sebesar Rp2,8 triliun.
Dengan demikian, total anggaran penanganan banjir yang digelontorkan Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp5,4 triliun.
“Oleh karena itu, banjir kemarin menjadikan Jakarta semrawut. Mas Gubernur itu belum bekerja dengan skala prioritas. Padahal, anggarannya sudah besar, yaitu sebesar Rp5,4 Triliun, tetapi masyarakat belum merasakan penanganannya efektif. Nah, ini saya jadi kecewa, kecewa berat. Karena dari DPRD semuanya sudah mendorong, khususnya dari Fraksi PSI,” sambungnya.
Berdasarkan data hingga Selasa (5/5/2026) pagi, sebanyak 115 Rukun Tetangga (RT) di sejumlah wilayah DKI Jakarta masih terendam banjir. Akibatnya, sebanyak 118 warga terpaksa mengungsi.
Di wilayah Jakarta Selatan, tercatat ada 78 RT yang masih tergenang air. Beberapa wilayah terdampak antara lain Kelurahan Bangka, Rawajati, Tanjung Barat, Cilandak Timur, dan yang terbanyak berada di Kelurahan Petogogan.
Melihat kondisi tersebut, August meminta Pramono Anung beserta jajaran Pemprov DKI Jakarta segera menjadikan penanganan banjir sebagai prioritas utama, mengingat persoalan tersebut merupakan masalah mendasar yang hingga kini belum terselesaikan.


















Discussion about this post