Suaranusantara.com- Rabu siang 6 Mei 2026 sekitar pukul 12.00 WIB menjadi sebuah peristiwa naas yang dialami oleh penumpang Bus ALS. Sebab, kala itu, bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan maut dengan truk tangki pengangkut BBM di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel).
Peristiwa bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian bus.
Sopir bus ALS kemudian mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko lebih besar.
Namun, secara bersamaan dari arah berlawanan (Utara/Rupit), sebuah mobil tangki melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan.
Akibat kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki BBM ini, dilaporkan sebanyak 16 orang meninggal dunia.
Selain meninggal dunia, dilaporkan ada empat orang mengalami luka-luka baik ringan hingga berat. Korban luka ringan berjumlah satu dan tiga orang lagi mengalami luka berat akibat luka bakar yang dialami sekitar 80-99 persen.
Salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi maut ini adalah sopir bus ALS. Sementara, kernet bus dilaporkan hanya luka ringan.
Berikut fakta-fakta kecelakaat maut bus ALS vs truk tangki BBM yang telah dirangkum oleh tim Suaranusantara.com:
Adapun korban tewas, salah satunya sopir bus ALS akibat terbakar. Polisi mengatakan korban terbakar berjumlah 14 orang.
“Untuk dari bus ada korban 14 terbakar, satu sopir bus, kemudian 13 penumpang, untuk kernet mengalami luka ringan karena pada saat kecelakaan terlempar keluar,” kata Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama, Rabu 6 Mei 2026.
Kemudian untuk dua korban tewas lainnya merupakan sopir serta kernet dari truk tangki pengakut BBM. Keduanya tewas karena terkena kobaran api.
Hindari lubang
Polisi menyebut sopir bus ALS mencoba untuk menghindari lubang sebelum menabrak truk tangki pengangkut BBM. Saat itu bus tengah melaju dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi.
“Untuk saat ini sementara kejadian tersebut diduga mobil ALS menghindari lubang dan membelokkan mobil ke kanan dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi sehingga menabrak mobil tangki dari arah Jambi menuju ke arah Lubuklinggau,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Nandang Mu’min Wijaya.
Kendati demikian, kata Nandang, pihaknya masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kecelakaan maut tersebut.
“Tim terpadu dari Ditlantas di bawah pimpinan pak Dirlantas termasuk laboratorium forensik, TAA Laka dan Jasa Raharja sudah di TKP untuk melaksanakan kegiatan olah TKP terpadu untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan sebagainya,” ujarnya.
Kernet bus ALS diperiksa
Dalam proses penyelidikan, polisi turut memeriksa kernet bus ALS untuk dimintai keterangannya terkait kecelakaan maut yang menewaskan belasan orang tersebut.
Hingga saat ini, belum diketahui ihwal keterangan apa saja yang disampaikan kernet bus kepada pihak kepolisian.
Kita akan periksa saksi si kernet, karena yang bersangkutan masih berada di Satlantas untuk dimintai keterangan,” ucap Rendy.
Identifikasi korban tewas
Terkait insiden ini, Polda Sumsel membuka posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI). Posko DVI disiapkan di RSUD Lubuk Linggau untuk proses identifikasi dan pengambilan jenazah.
“Posko akan kita buka di RSUD. Untuk pengambilan jenazah. (Ada) 16 Jenazah di RSUD Lubuk linggau,” ucap Nandang.
Ia menjelaskan proses identifikasi akan dilakukan langsung oleh tim Dokkes Polda Sumsel yang telah diberangkatkan melalui jalur darat.
“Rencana awal jenazah dibawa ke RSUD setempat dan diamankan kemudian akan diperiksa oleh tim DVI polda Sumsel,” ujarnya.
Luka bakar 80-99 persen
Tiga korban luka berat saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Rupit. Ketiga korban itu terdiri dari perempuan usia 30 tahun, laki-laki usia 31 tahun dan laki-laki usia 44 tahun.
Kasi Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Rupit, Riska Dwi Julianti mengungkapkan ketiga korban mengalami luka bakar dengan kondisi berat dan saat ini dirawat di ruang ICU.
“Untuk yang dua korban itu (luka bakar) hampir 80 persen, yang satu korban 99 persen,” ucap dia.
“Sekarang itu satu orang dirawat di ICU dengan ventilator, dua orang juga di ICU untuk pengawasan ketat. Untuk pengobatan baru terapi-terapi dan akan dilaksanakan tindakan, kondisi ini kan kalau lagi perbaikan untuk dilakukan tindakan operasi besok pagi untuk dua orang, untuk satu orang kita perbaiki dulu untuk trauma inhalasi,” sambungnya.

















Discussion about this post