Suaranusantara.com- Pecinta kereta api merasa kecewa atas pergantian nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek.
Adapun pergantian nama ini resmi diumumkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui akun resmi media sosialnya @kai121_ pada Selasa 5 Mei 2026.
Pergantian nama menjadi KA Anggrek nantinya akan mulai berlaku pada Sabtu 9 Mei 2026 mendatang.
Sayangnya, bagi pecinta kereta api, pergantian nama ini sangatlah mengecewakan. Dikutip dari akun instagram @rf.prasejarah mereka mengaku cukup kecewa.
“Titik terendah seorang Railfans tua Indonesia adalah ketika tersadar bahwa perintis KA-KA Argo mulai berguguran satu per satu. Di mulai dari KA Argo Bromo, KA Argo Gede dan sekarang KA Argo Bromo Anggrek,” Kamis 7 Mei 2026.
“Kejumawaan mereka kini tergantikan dengan banyak bermunculannya KA yang menyematkan nama gunung tapi tanpa memiliki DNA Argo sedikitpun, bahkan sekalinya ada KA yang dengan bangganya menyandang nama Argo tp malah kalah susul dengan KA satwa emas dari tanah Mataram.”
“Memang benar kata petuah bijak, setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya, kini giliran mu sudah selesai KA Argo Bromo Anggrek. See you when I see you…” tulis caption dalam akun tersebut.
“AN END OF AN ERA
Dulu :
Merupakan KA pertama yang menggunakan boogie Air Sping (Suspensi Udara) buatan Alstom”
“Merupakan KA pertama yang menyediakan fasilitas penunjang kerja seperti telepon dan faksimili pasa Kereta kelas KZ untuk para pebisnis”
“Merupakan KA pertama yang menggunakan 2 jasa catering untuk servis makannya yaitu RESTORKA dan PT PAN BHAKTI SEMESTA”
“Tapi Sekarang :
K1 nya malah plek ketiplek sama K1 nya GBMS (sama-sama NG). Padahal (maaf ya) jaman dulu itu, nyebut naik KA GBMS sudah berasa hina banget. GBMS kala itu merupakan bentuk potret kemiskinan dalam bertransportasi. ABA sekarang hanya menjual waktu, tidak lebih. See you when I see you” tulisnya dalam postingan yang berbeda.
Adapun KAI mengatakan, pergantian nama ini bukan meninggalkan sejarah, melainkan mematangkan warisan.
“Sebuah penyederhanaan dari nama Argo Bromo Anggrek bukan meninggalkan sejarah, tetapi mematangkan warisan yang sudah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia,” seperti dilansir dari unggahan Instagram layanan pelanggan KAI @kai121_ Kamis 7 Mei 2026.
Lalu KAI juga menjelaskan terkait pemilihan nama bunga anggrek pada kereta api jurusan Jakarta-Surabaya itu.
“Anggrek tidak menunggu tanah yang sempurna untuk tumbuh. Ia menemukan caranya sendiri untuk bertahan. Bertumpu tanpa mengambil alih. Dekat tanpa merusak. Lembut, tapi tidak rapuh. Tenang, tapi tidak lemah. Di situlah makna Anggrek menemukan bentuknya. Sebuah nama yang membawa keanggunan, keteguhan, dan kepercayaan dalam setiap perjalanan,” sambung keterangan KAI.
Terkait penumpang yang telah memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek, KAI menyebut tiket tersebut tetap bisa digunakan pada layanan KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang telah dipilih.
“Setiap penumpang yang telah memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek, tiket tetap dapat dipergunakan pada KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih,” jelas KAI.


















Discussion about this post