Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Lestari Moerdijat: Butuh Transformasi Pendidikan Hadapi Tuntutan Perkembangan Zaman

Drt by Drt
7 May 2026
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat

1
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Lestari Moerdijat mengatakan bahwa memperkuat semangat kolektif untuk menata pendidikan nasional agar mampu melahirkan anak bangsa yang kompeten, berpikir kritis, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

“Saat ini, kita seperti berada pada persimpangan, ketika filosofi pendidikan nasional belum tuntas diterjemahkan dalam kurikulum pembelajaran, kita menghadapi berbagai tantangan zaman yang menuntut transformasi sejumlah sistem yang ada,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, saat membuka diskusi daring bertema Dilema Pendidikan Masa Depan dan Masa Lalu: Ke Mana Arah Pendidikan Indonesia? yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (6/5).

Diskusi yang dimoderatori Luthfi Assyaukanie, Ph.D (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI) itu menghadirkan Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.T.P., M.M. (Direktur Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek RI), Prof. Melani Budianta, M.A., Ph.D. (Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia), dan Prof. Dr. Martadi, M.Sn (Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni UNESA – Sekretaris Eksekutif Forum Rektor Indonesia) sebagai narasumber.

BACAJUGA

Lestari Moerdijat: Krisis di Sayung, Demak adalah Bagian Krisis Nasional yang Harus segera DiatasiĀ 

Audiensi Kebangsaan Dalam Rangkaian Hari Buruh, Ibas Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja

Selain itu, hadir pula Indra Charismiadji (Pakar Pendidikan) sebagai penanggap.

Menurut Lestari, sistem pendidikan nasional tidak bisa diterapkan dengan didasari logika pasar semata.

Lebih dari itu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, sistem pendidikan nasional harus diterapkan dalam kerangka yang lebih luas yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang diamanatkan konstitusi.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu mendorong agar semua pihak terkait mampu menerapkan sistem pendidikan dalam kerangka yang tepat.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat, perubahan tuntutan zaman saat ini, tidak semata membutuhkan sistem pendidikan yang mengedepankan sisi akademis dan kompetensi semata.

Tetapi, tegas Rerie, juga sistem pendidikan yang mampu melahirkan lulusan yang memiliki karakter, dan memahami nilai-nilai budaya serta kebangsaan yang kuat.

Direktur Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek RI Mukhamad Najib mengungkapkan, salah satu tujuan penerapan sistem pendidikan nasional saat ini adalah untuk memenuhi terwujudnya visi Indonesia 2045. Yaitu, tambah Najib, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersatu, berdaulat, maju dan berkelanjutan.

Pada tahun 2025, ungkap Najib, jumlah perguruan tinggi di Indonesia tercatat 4.416 dengan menghasilkan 1,7 juta lulusan setiap tahun.

Dilihat dari jumlah perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, menurut Najib, upaya mewujudkan visi Indonesia 2045 cukup serius.

Namun, sangat disayangkan, ujar dia, perguruan tinggi yang ada saat ini sebagian besar belum memiliki kualitas yang memadai.

Najib mengakui, perguruan tinggi di Indonesia masih sebagai teaching university, belum sepenuhnya menjadi riset university.

“Butuh upaya yang masif untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi nasional agar mampu mengantisipasi tantangan zaman,” ujar Najib.

Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Melani Budianta berpendapat, pihaknya tidak ingin ada reduksi pendidikan hanya demi pasar dan industri.

Menurut Melani, pendidikan saat ini harus mampu melahirkan anak bangsa yang mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks.

Saat ini, ujar Melani, sedang terjadi transformasi multidimensi di berbagai sektor seperti antara lain pada lingkungan hidup, migrasi urban, transformasi digital, dan krisis kohesi sosial.

“Masyarakat kita saat ini rentan terhadap berbagai dampak transformasi multidimensi itu,” ujar Melani.

Menurut Melani, sistem pendidikan saat ini kehilangan roh dalam membangun ingatan kolektif dan warisan budaya kepada peserta didik yang sangat penting dalam membangun karakter mereka.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni UNESA, Martadi berpendapat bahwa pendidikan tidak dapat direduksi hanya untuk menyediakan SDM bagi industri dan pasar kerja.

Namun, tegas Martadi, lebih dari itu, pendidikan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan yang lebih luas.

Martadi mengingatkan, pentingnya megatren pada 20 tahun mendatang yang akan mengubah paradigma sistem pendidikan global.

Menurut Martadi, resiliensi di era saat ini sangat penting. “Kesadaran akan kondisi tersebut menjadi fondasi yang penting untuk membaca kompleksitas itu,” ujarnya.

Tantangan pendidikan di masa datang, jelas Martadi, adalah dunia yang terintegrasi, konvergensi sains dan teknologi, laju inovasi dan teknologi semakin cepat.

“Tugas negara menjaga keseimbangan dialektika antara pendidikan masyarakat secara akademik dan masyarakat religius, serta tradisi budaya Indonesia,” pungkas Martadi.

Pakar Pendidikan Indra Charismiadji berpendapat, langkah penutupan program studi sesuai permintaan pasar kurang bijak.

Karena, menurut Indra, sejatinya sebelum pandemi Covid-19, setiap tahun ada 2,6 juta pencari kerja.

Sementara itu, jelas dia, Indonesia hanya mampu menciptakan 1,8 juta lapangan kerja setiap tahun. Jadi, tegas Indra, setiap tahun ada 800 ribu pengangguran karena supply dan demand yang tidak sesuai.

“Kalau kondisi ini hanya dibebankan kepada Kemendiktisaintek semata, tidak akan selesai dan hanya membuat kegaduhan,” tegas Indra.

Wartawan senior Saur Hutabarat menilai, di tengah rumitnya persoalan pada sektor pendidikan nasional, bila peran 54,5% kontribusi guru terhadap pendidikan tidak segera diperbaiki, semua yang dilakukan saat ini omong kosong belaka.

Saur mengusulkan, kenaikan gaji guru menjadi tiga kali UMR di daerahnya. Sehingga, tambah dia, perintah konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui kontribusi guru, dapat direalisasikan.

Setelah itu, jelas dia, menerapkan aturan. Semisal, bila daya beli guru sudah dinaikkan tiga kali UMR, maka 10% untuk membeli buku dan 10% untuk mengikuti perkembangan teknologi,

“Guru yang tidak siap dengan dirinya tidak akan dapat mempersiapkan murid menjadi dirinya,” pungkas Saur.***

Tags: Lestari MoerdijatTransformasi PendidikanWakil Ketua MPR RI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadiri KTT ke 48 ASEAN yang digelar di Filipina, Kamis 7 Mei 2026 (Instagram @pedoman.id)
Nasional

Prabowo Bersama Pemimpin ASEAN Hadiri KTT ke 48 di Filipina, Apa yang Dibahas?

by Feri Spt
7 May 2026

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto hari ini Kamis 7...

Presiden RI Prabowo Subianto bertolak ke Cebu Filipina hadiri KTT ke 48 ASEAN (Instagram @mediasosial_milikrakyat)
Nasional

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT ke 48 ASEAN, Presiden Berangkat dari Lanud Halim

by Feri Spt
7 May 2026

Suaranusansatara.com- Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis 7 Mei...

KA Argo Bromo Anggrek ganti nama jadi KA Anggrek (Instagram @kai121_)

KA Argo Bromo Anggrek Tak Lagi Istimewa, Pecinta Kereta Api Kecewa Usai KAI Merombak Jadi KA Anggrek

7 May 2026
KA Argo Bromo Anggrek ganti nama jadi KA Anggrek (Instagram @kai121_)

KA Argo Bromo Anggrek Ganti Nama Jadi KA Anggrek Usai Insiden Kecelakaan Bekasi Timur, KAI Beberkan Alasannya

7 May 2026
Johan Rosihan bicara soal ancaman Cs-137

NKRI dan “EFISIENSI”

7 May 2026

DPR Kritik UKP Pariwisata Minta Konten Gratis: Tak Hargai Kreator

6 May 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

10 months ago
Puan Maharani saat Rapat Pimpinan dan Rapat Konsultasi pertama pasca pelantikan (Dok FB/ Puan Maharani)

Prabowo Panggil Pramono Anung ke Kartanegara, Puan: Sampaikan Pesan Megawati

2 years ago
Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

3 years ago
Kabid Perparkiran Dishub Lebak, Asep Topik.(Def)

Tahun Ini, Target PAD Retribusi Parkir di Lebak Rp 407 Juta

3 years ago
Ilustrasi Tilang Manual

Mulai Hari Ini, Tilang Manual Kembali Di Berlakukan Di Wilayah Polres Tangerang Kota

3 years ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

BERITA TERKINI

AS dan Iran siap damai (Instagram @stokwise.id)
Internasional

Axios ungkap AS dan Iran Sepakat Teken MoU Damai, Potensi Perang Berakhir

by Feri Spt
7 May 2026

Suaranusantara.com- Akhirnya perang antara Amerika Serikat (AS) vs Iran akan segera berakhir. Sebab, kedua negara ini sepakat...

Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Butuh Transformasi Pendidikan Hadapi Tuntutan Perkembangan Zaman

7 May 2026

Viral! UKP Pariwisata Minta Video Rinjani Gratis dari Konten Kreator

6 May 2026

DPR Dorong Gen Z Lawan Hoaks dengan Menanamkan Nilai Kebangsaan

6 May 2026

Tekan Risiko Kecelakaan di Jalur Kereta, KAI Tutup Perlintasan Liar

6 May 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

Ā© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

Ā 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com