Suaranusantara.com- Kecelakaan bus ALS vs truk pengangkut BBM yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu siang 6 Mei 2026 mendapat sorotan dari DPR RI.
Diketahui, kecelakaan bus ALS vs truk tangki BBM ini telah menewaskan sebanyak 16 orang dan tiga orang mengalami luka bakar 80-99 persen.
Anggota Komisi V DPR, Abdul Hadi mengungkapkan, peristiwa tersebut menambah daftar panjang kecelakaan moda transportasi di berbagai daerah.
Kondisi ini, harus menjadi alarm serius pemangku kebijakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi nasional.
“Kita tidak boleh terus-menerus menjadikan kecelakaan sebagai rutinitas berita. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dalam tata kelola transportasi, jangan sampai mobilitas tinggi dibayar dengan hilangnya nyawa,” kata politikus PKS ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Abdul mendorong, pemerintah dan pihak terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan.
Termasuk, aspek kelayakan kendaraan, kondisi jalan, standar operasional perusahaan transportasi, hingga pengawasan terhadap jam kerja dan kondisi pengemudi.
“Diperlukan penguatan pengawasan terhadap armada angkutan umum dan kendaraan logistik yang beroperasi di jalur-jalur rawan kecelakaan. Terutama pada perjalanan jarak jauh lintas provinsi,” ucap Abdul.
Kemudian, Abdul menilai, kecelakaan transportasi hampir selalu berulang dengan pola yang sama. Artinya, ada persoalan sistemik yang harus segera dibenahi.
“Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Jangan dikalahkan oleh kelalaian maupun lemahnya pengawasan,” ujar Abdul.
Ia juga meminta, seluruh korban luka mendapatkan penanganan medis maksimal dan hak-hak korban. Termasuk santunan dan pendampingan keluarga, dapat dipenuhi dengan cepat dan layak.
“Kita berharap tragedi ini menjadi momentum pembenahan serius sistem transportasi nasional. Agar lebih berorientasi pada keselamatan manusia,” kata Abdul.
Peristiwa bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian bus.
Sopir bus ALS kemudian mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko lebih besar.
Namun, secara bersamaan dari arah berlawanan (Utara/Rupit), sebuah mobil tangki melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan.
Insiden naas itu menyebabkan 16 orang meninggal dunia di lokasi. Para korban ini di antaranya sopir bus ALS, 13 penumpang bus ALS, satu sopir truk tangki dan satu satu kernet truk tangki.

















Discussion about this post