8 Suplemen yang Bisa Memicu Pendarahan, Hati-hati Konsumsinya!

Suplemen

Suplemen

Suaranusantara.com- Meski dikenal menyehatkan, beberapa jenis suplemen ternyata bisa meningkatkan risiko pendarahan, terutama bagi Anda yang sedang menjalani pengobatan tertentu atau baru saja menjalani operasi.

Beberapa jenis suplemen diketahui mengandung senyawa yang memengaruhi kemampuan darah untuk menggumpal. Oleh karena itu, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai konsumsi suplemen, terutama jika Anda sedang menjalani pengobatan pengencer darah atau memiliki riwayat gangguan pembekuan darah.

Daftar Suplemen yang Berisiko Menyebabkan Pendarahan

  1. Lidah Buaya (Aloe Vera)
    Suplemen lidah buaya dapat memicu pendarahan, terutama jika dikonsumsi berdekatan dengan operasi. Seorang wanita dilaporkan mengalami pendarahan hebat setelah mengonsumsi suplemen ini pasca operasi mulut. Lidah buaya juga dapat bereaksi dengan obat antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin atau ibuprofen, memperparah risiko pendarahan.
  2. Bawang Putih
    Suplemen bawang putih dapat memperlambat pembekuan darah, meningkatkan risiko pendarahan, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, bawang putih juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan perut kembung.
  3. Ginkgo
    Mengonsumsi suplemen ginkgo dapat memperlambat pembekuan darah, sehingga berisiko menyebabkan pendarahan, terutama jika dikombinasikan dengan obat antiinflamasi nonsteroid.
  4. Feverfew
    Feverfew diketahui menghambat trombosit untuk saling menempel, sehingga tubuh lebih rentan terhadap pendarahan dan memar.
  5. Meadowsweet
    Suplemen ini mengandung salisilat, senyawa yang memengaruhi kemampuan trombosit untuk menggumpal, sehingga meningkatkan risiko pendarahan.
  6. Fenugreek
    Fenugreek mengandung kumarin, senyawa atsiri yang dapat menghambat pembekuan darah.
  7. Jahe
    Jahe memiliki sifat antikoagulan yang meningkatkan risiko pendarahan dan membuat tubuh lebih mudah memar.
  8. Kunyit
    Kurkumin, kandungan utama kunyit, memiliki efek antiplatelet yang mencegah penggumpalan darah, sehingga meningkatkan risiko memar dan pendarahan.
Exit mobile version