Suaranusantara.com- Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, menegaskan bahwa dirinya kini secara langsung memimpin penyusunan Perda Lembaga Adat Masyarakat Betawi.
Langkah ini diambil untuk memastikan prosesnya tidak berlarut, mengingat perda ini dinilai menjadi fondasi penting dalam mengokohkan identitas budaya Betawi di Jakarta.
Dalam pernyataannya saat menghadiri sebuah agenda di CIBIS Park, Jakarta Selatan, Rabu (25/6/2025), Rano Karno mengungkapkan bahwa proses penyusunan perda cukup kompleks karena banyak pihak dengan kepentingan berbeda terlibat dalam urusan budaya Betawi.
Baca Juga: Justice Collaborator Kini Diistimewakan, Prabowo Teken PP Nomor 24 Tahun 2025
Meski belum lama menjabat sebagai wakil gubernur, Rano mengatakan dirinya berkomitmen penuh mengejar penyelesaian perda tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa keputusannya mengambil alih proses ini didasari niat untuk kepentingan warga Jakarta secara keseluruhan, bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi.
“Saya minta maaf, saya ambil alih. Ini bukan buat saya, ini buat Jakarta,” tegasnya.
Menurut Rano, Jakarta membutuhkan lembaga adat yang kuat dan resmi agar budaya Betawi tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi juga mendapat tempat dalam kebijakan dan pembangunan kota. Ia menyebutkan selama ini organisasi masyarakat (ormas) Betawi tumbuh banyak, namun belum memiliki aturan yang solid sebagai wadah adat.
Baca Juga: BSU 2025 Cair! Ini Cara Ganti Rekening Supaya Bantuan Tidak Nyangkut
“Saya ingatkan, Jakarta ini bukan hanya milik Betawi. Kita harus adil kepada semua kebudayaan yang ada di Jakarta,” katanya.
