Pemberian Gelar Pahlawan Nasional Soeharto, Menteri HAM Natalius Pigai Enggan Komentari

Presiden ke 2 RI Soeharto dianugerahi gelar Pahlawan Nasional (instagram @gunromli)

Presiden ke 2 RI Soeharto dianugerahi gelar Pahlawan Nasional (instagram @gunromli)

Suaranusantara.com- Gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Presiden ke 2 RI Soeharto hingga kini masih menjadi sorotan lantaran jejak kelam selama 32 tahun memimpin Indonesia.

Adapun jejak kelam Soeharto mulai dari pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) hingga praktik korupsi besar-besar.

Soeharto resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada Senin 10 November 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Acara pemberian gelar berlangsung di Istana Negara, Jakarta dan dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Terkait pemberian gelar Pahlawan Nasional Soeharto, Menteri HAM Natalius Pigai enggan mengomentari. Pigai hanya menegaskan bahwa dirinya adalah seorang Menteri HAM.

“Begini, pemberian penghargaan kepada Pak Harto, saya Menteri HAM, saya no comment, titik,” kata Pigai, saat ditemui di Gedung Kiai Haji Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Selasa 11 November 2025.

Pigai kembali ditanya apakah sebagai Menteri HAM enggan menanggapi pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto, dia membenarkan hal tersebut.

“Enggak ada (komentar),” ujar Pigai.

Selain Soeharto, Prabowo juga menganugerahi sebanyak sembilan tokoh sebagai Pahlawan Nasional di antaranya Presiden ke 4 Abdurrahman Wahid, tokoh buruh Marsinah hingga Sarwo Edhie Wibowo.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional telah diatur dalam surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 6 November 2025.

“Menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada mereka yang namanya tersebut dalam lampiran keputusan ini sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi, atas jasa-jasanya yang luar biasa, untuk kepentingan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa,” bunyi kutipan Keppres, Senin 10 November 2025.

Polemik pemberian gelar Pahlawan Nasional Soeharto, ada sisi baik dari Presiden ke 2 RI itu selama memimpin Indonesia. Soeharto dinilai mampu menumbuhkan perekonomian Indonesia. Selain itu, Soeharto juga ada andil dalam kemerdekaan Indonesia.

“Jenderal Soeharto menonjol sejak masa kemerdekaan. Sebagai wakil komandan BKR Yogyakarta, ia memimpin pelucutan senjata di Jepang, Kota Baru 1945,” sebut narator saat Prabowo memberikan tanda gelar kepada ahli waris yang menerima.

Exit mobile version