Indonesia Siap Mengirimkan 8000 Prajurit untuk Gaza, TNI: Tunggu Arahan Prabowo

Ilustrasi 8000 pasukan prajurit TNI siap dikirimkan ke Gaza (Instagram @azka_shafar)

Ilustrasi 8000 pasukan prajurit TNI siap dikirimkan ke Gaza (Instagram @azka_shafar)

Suaranusantara.com- Pemerintah Indonesia telah menyatakan untuk siap mengirimkan sebanyak 8.000 prajurit TNI ke Gaza.

Namun, secara teknis mulai dari detail, jadwal hingga mekanisme pengiriman 8.000 prajurit TNI ke Gaza belum diinformasikan.

Untuk itu, pihak TNI tengah menunggu arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto terkait pengiriman 8.000 prajurit untuk Gaza.

Diketahui, 8.000 prajurit TNI nantinya disiapkan untuk bergabung ke dalam pasukan International Stabilization Force (ISF) di Gaza, Palestina.

“Saat ini kami masih menunggu arahan pimpinan untuk detail informasi yang diharapkan,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dikutip Jumat 27 Februari 2026.

Rico menjelaskan arahan presiden akan mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari jumlah personel, penugasan satuan, lokasi operasi, hingga tahapan keberangkatan.

“Ada pakem-pakem yang mungkin menjadi arahan beliau terkait dengan jumlah, siapa, di mana, kapan, dan sebagainya. Jadi masih menunggu arahan dari pimpinan tertinggi,” tegasnya.

Arahan resmi Presiden, lanjut Rico, akan disampaikan setelah kepala negara kembali ke Tanah Air. Seluruh proses masih berada pada tahap persiapan awal dan koordinasi lintas kementerian.

“Saya belum bisa meng-update karena masih menunggu kehadiran Presiden,” kata Rico.

Komitmen Indonesia mengirim pasukan ISF sebelumnya disampaikan langsung Presiden Prabowo dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis 19 Februari 2026 waktu setempat.

Dalam forum tersebut, Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia mengerahkan personel dalam jumlah besar.

“Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyebut pengiriman awal pasukan atau advance team berpotensi dilakukan dalam waktu relatif dekat.

“Ya kita siap, kita siap (mengirim pasukan). Mungkin kelompok-kelompok advance mungkin tidak lamalah, mungkin 1-2 bulan ini juga,” ujar Prabowo.

Exit mobile version