Suaranusantara.com- Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto beserta elite partainya pada Selasa 7 Juli 2026 menebar 10 ribu bibit ikan di bantaran sungai Polder Kalimati, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Menebar 10 ribu bibit ikan ini bertepatan dengan momen ulang tahun Hasto yang ke 60 pada Selasa. Hasto sendiri lahir di Yogayakarta 7 Juli 1966.
Selain itu, menebar bibit ikan menjadi tradisi yang dilakukan PDI Perjuangan setiap tahunnya dalam merawat kelestarian lingkungan yang diajarkan oleh oleh Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri.
Dalam kegiatan tersebut, Hasto didampingi oleh Ketua DPC PDIP Kota Bekasi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, serta sejumlah satuan tugas partai.
Ia mengawali acara dengan doa dan kontemplasi bagi kelestarian alam raya.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan ekspedisi pendakian Gunung Kerinci yang dilaksanakan pada 20 Juni 2026 lalu dalam rangka Bulan Bung Karno.
“Ketika memutuskan pada tanggal 20 Juli kemarin kami naik Gunung Kerinci, itu sebenarnya membawa spirit Bung Karno dan Ibu Megawati untuk memperkuat kultur merawat pertiwi. Dari Gunung Kerinci kami gelorakan semangat mencintai pertiwi dengan menjaga ekosistem hutan dan lingkungan, agar tidak terkonversi menjadi lahan perkebunan sawit. Menanam pohon, dan menjaga kehidupan sungai, danau, dan menyelamatkan mata air, termasuk menebar benih ikan menjadi bagian dari spiritualitas partai di dalam merawat kehidupan,” ujar Hasto, Selasa 7 Juli 2026.
Menurut Hasto, kegiatan serupa sudah ia jalankan pada tahun-tahun sebelumnya, seperti di Hutan Kota Munjul dan Waduk Jatiluhur.
Namun, tradisi ini sempat terputus pada tahun lalu karena Hasto berada dalam masa tahanan. Meski demikian, ia tetap menjalankan aktivitas merawat lingkungan di dalam rutan dengan merawat ikan dan memupuk tanaman menggunakan kulit kacang yang kaya kandungan kalium.
Dia berharap tradisi menebar benih ikan ini dapat menjadi budaya kolektif dalam merawat lingkungan, sebagaimana yang selalu digelorakan oleh Megawati Soekarnoputri.
Hasto menyoroti bahwa selama ini sungai kerap dijadikan halaman belakang dan tempat pembuangan sampah, padahal seharusnya menjadi bagian penting dari tata kota yang bersih dan sehat.
Setelah penebaran ikan, Hasto bersama Tri Adhianto, istrinya M, dan sejumlah kader partai menikmati bubur kacang hijau, bubur ayam, serta aneka rebusan seperti jagung, kacang, edamame, dan umbi-umbian.
Sementara itu, Tri Adhianto menyampaikan bahwa pihaknya terus menjalankan pesan Ketua Umum Partai untuk melakukan penataan ruang yang ramah lingkungan.
“Kota Bekasi saya giatkan membangun banyak taman-taman Kota. Kami juga menciptakan ruang rekreasi dan olahraga. Setiap tahun minimal dibangun 56 taman, dimulai dari setiap kelurahan dengan melibatkan partisipasi warga,” ujar Tri.
Tri menambahkan bahwa pembangunan polder dan pembebasan lahan untuk ruang terbuka hijau juga terus dilakukan di sejumlah wilayah.
Ia juga menyampaikan selamat ulang tahun kepada Hasto dan berharap Sekjen PDIP itu tetap teguh pada perjuangan ideologi partai.
Dalam kesempatan yang sama, Hasto mengingatkan bahwa penataan kota harus memperhatikan berbagai aspek, termasuk drainase dan utilitas bawah tanah sebelum membangun trotoar.
Ia menekankan pentingnya kebijakan tata ruang yang mencerminkan keseimbangan antara kawasan perumahan, industrialisasi, ruang hidup manusia, wilayah pertanian, dan ruang hijau.
Hasto juga mengatakan bahwa bencana ekologi muncul karena lemahnya penegakan hukum yang berkeadilan, sehingga politik lingkungan harus menjadi kesadaran kolektif untuk menjaga keberlangsungan hidup.
Mengakhiri pernyataannya, Hasto menegaskan bahwa dirinya tidak terbiasa merayakan ulang tahun secara istimewa.
Baginya, momen tersebut ia gunakan untuk ikut serta dalam kegiatan merawat pertiwi sebagai bentuk cinta terhadap tanah air.
“Saya sebenarnya jarang sekali merayakan ulang tahun. Hanya saja beberapa momentum kami pakai untuk ikut merawat lingkungan seperti yang diajarkan Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri,” pungkasnya.
