Kabupaten Lebak – Tarif ambulans Rumah Sakit (RS) Kartini Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dikeluhkan warga tidak mampu. Pasalnya, warga harus mengeluarkan uang senilai jutaan rupiah hanya untuk mengantar jenazah ke kediamannya.
Salah satunya Keyot (40) warga Kampung Tipar, Desa Majasari, Kecamatan Sobang mengaku, harus mengeluarkan uang sebesar Rp1.550.000 untuk biaya mengantar jenazah anaknya menggunakan ambulans rumah sakit.
“Biaya segitu bagi saya sangat berat, tetapi mau gimana lagi saya bayar walapun uang itu buat kebutuhan yang lain,” tutur Keyot, Senin (25/2/2019).
Meski dirasa sangat mahal, Keyot harus membayar. Pasalnya, ia khawatir dengan kondisi jenazah anaknya jika tidak segera dibawa pulang.
“Soalnya kata petugas rumah sakit kalau anak saya tidak segera dibawa katanya akan dioven. Dengar begitu, saya takut nanti jenazah anak saya kenapa-kenapa,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Direktur RS Kartini drg. Meutia Elda menjelaskan, biaya yang harus ditanggung keluarga pasien yang ingin menggunakan ambulans dihitung berdasarkan jarak dari rumah sakit menuju lokasi tujuan.
Tak hanya untuk BBM kendaraan, ada biaya lainnya yang juga harus ditanggung keluarga pasien meliputi, sopir, pendamping dan sarana.
“Emang mahal. Tetapi oleh petugas pasti sudah dijelaskan, karena SOP nya begitu bukan ngarang-ngarang. Tapi bisa jadi begini ya, namanya orang panik apalagi (keluarga) meninggal, terus buru-buru dan dia merasa enggak diterangin, jadi ngelihatnya harus dua sisi lah,” pungkas mantan Wadir RSUD dr Adjidarmo ini.
Rumah sakit menggratiskan biaya ambulans untuk mengantar jenazah pasien BPJS dengan radius 1-5 kilometer. Pasien baru dikenakan tarif jika jarak antar 6 kilometer lebih.(And/aul)


















Discussion about this post