SuaraNusantara.com-Aktor Fedi Nuril memberikan pandangan mengenai konflik antara Palestina dan Israel, yang telah menelan ribuan korban jiwa, terutama di kalangan anak-anak. Fedi merasa prihatin melihat dampak perang yang menyedihkan ini dan menyatakan kelelahannya terhadap situasi tersebut.
Dalam sebuah wawancara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Fedi Nuril menyampaikan perasaannya terkait konflik tersebut. “Melihat ini semua (Palestina dan Israel) capek ya. Maksudnya korban semakin banyak dari kedua belah pihak,” ujar Fedi, belum lama ini.
Fedi mengikuti perkembangan global yang menyerukan gencatan senjata atau akhir dari perang antara Palestina dan Israel. Namun, dia menganggap bahwa upaya tersebut akan sulit tercapai selama kedua belah pihak tidak memiliki niat untuk mencapai perdamaian bersama.
Baca Juga:Â Rachel Vennya Kumpulkan Dana Rp 1 Miliar dalam 1 Hari untuk Palestina
“Selagi satu sama lain mau saling habisin, selama niatnya bukan untuk damai bersama kayaknya susah ya,” ungkap Fedi.
Dia menyoroti perlunya pihak ketiga sebagai penengah untuk memfasilitasi gencatan senjata dan mengakhiri pertumpahan darah.
Fedi Nuril berharap agar ada pihak yang dapat menciptakan narasi khusus untuk mendorong gencatan senjata antara Israel dan Palestina, sehingga korban jiwa dapat dihindari. “Semoga semua pihak sadar untuk melakukan gencatan senjata karena sudah terlalu banyak korban berjatuhan,” tambahnya, mengekspresikan harapannya akan berakhirnya pertumpahan darah.
Baca Juga:Â Makna dari Semangka untuk Palestina, Simbol Kuat Dukungan dan Identitas
Aktor Garasi ini juga menyoroti pentingnya kehadiran sosok mediator dalam menengahi konflik ini. “Harapannya bisa terbuka opsi duduk bareng mendiskusikan perdamaian dan tercapai hidup bersama dalam arti tidak saling menghabisi, tapi merdeka dalam perdamaian,” pungkas Fedi Nuril, menekankan pentingnya dialog dan kesepakatan damai untuk mengakhiri ketegangan.


















Discussion about this post