Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Lestari Moerdijat: Dampak Perang AS-Iran Harus Diatasi dengan Kebijakan yang Tepat

snc4 by snc4
29 July 2026
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

1
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bahwa berlarutnya proses perdamaian Amerika Serikat dan Iran harus menjadi alarm bagi Indonesia untuk segera menerapkan kebijakan yang tepat, sehingga mampu mengatasi dampak yang terjadi.

“Ketidakpastian akibat konflik yang melibatkan penutupan Selat Hormuz mengharuskan Indonesia melakukan diversifikasi risiko geopolitiknya secara substantif,” kata Lestari Moerdijat dalam sambutannya pada diskusi daring bertema Jalan Buntu Perdamaian Iran-AS dan Dampaknya Bagi Ekonomi Indonesia dan Dunia yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (29/7).

Diskusi yang dimoderatori Luthfi Assyaukanie, Ph.D (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI) itu menghadirkan narasumber Prof. Dr. Siti Mutiah Setiawati, M.A. (Guru Besar Geopolitik Timur Tengah, Fisipol Universitas Gadjah Mada /UGM), Dr. Fahmy Radhi, M.B.A. (Pengamat Ekonomi Energi – Konsultan Ekonomi Energi SKK Migas dan Pertamina), dan Shofwan Al Banna Choiruzzad, Ph.D. (Pengamat Hubungan Internasional, Universitas Indonesia).

BACAJUGA

Hidayat Nur Wahid Advokasi Penerima Bansos Agar Berdaya

Eddy Soeparno: Transisi Energi Adalah Kebutuhan Jangka Panjang, Bukan Respons Sesaat dari Konflik Geopolitik

Selain itu, hadir pula Mohammad Faisal, Ph.D (Direktur CORE Indonesia) sebagai penanggap.

Lestari mengungkapkan bahwa konflik yang berlangsung sejak serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 telah mengganggu jalur vital Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar seperlima minyak dan gas dunia.

Akibatnya, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, harga minyak dunia melonjak 25%-30% di atas asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel.

Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu mengingatkan bahwa setiap kenaikan harga minyak sebesar US$1 per barel menambah beban APBN sekitar Rp6,8 triliun, sementara pelemahan rupiah Rp100 per dolar menambah beban sekitar Rp800 miliar.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong pemanfaatan penerapan politik bebas aktif dalam membuka berbagai peluang yang ada dalam menghadapi kondisi ketidakpastian global.

Selain itu, Rerie berharap, para pemangku kepentingan dapat segera mengambil langkah-langkah antispatif untuk meredam dampak guncangan ekonomi global, sebagai bagian dari upaya menjalankan amanah konstitusi untuk melindungi setiap warga negara.

Pengamat Hubungan Internasional UI, Shofwan Al Banna Choiruzzad berpendapat bahwa bahwa kondisi perang AS- Iran saat ini harap-harap cemas, karena setelah sempat berhenti, kedua negara kembali saling serang.

“Apakah kondisi ini menandakan perundingan menghadapi jalan buntu? Cara kita memahami perang sangat penting dalam memperkirakan akhir dari proses perundingan,” ujar Shofwan.

Dia berpendapat bahwa perang AS-Iran belum menghadapi jalan buntu. Karena, menurut Shofwan, saling serang itu bagian dari proses perundingan.

Masing-masing pihak yang bertikai, jelas dia, memiliki daya tawar dalam melakukan negosiasi terkait hal-hal yang sensitif.

“Saya menilai perundingan AS-Iran belum buntu karena berdialognya tidak di atas meja, dalam bentuk saling serang itu,” ujarnya.

Guru Besar Geopolitik Timur Tengah, Fisipol UGM
Siti Mutiah Setiawati menilai, Indonesia dalam posisi canggung menyikapi perang AS-Iran karena Indonesia dinilai sudah berpihak pada salah satu negara yang berkonflik.

Menurut Siti, ada kesulitan diplomasi yang penting dan harus segera diatasi, karena posisi Indonesia dinilai tidak netral oleh sejumlah pihak.

Menurut dia, perundingan AS-Iran tidak kunjung membuahkan perdamaian, karena pihak-pihak yang bertikai tidak komit dengan kesepakatan yang dicapai.

Siti berpendapat bahwa konflik AS-Iran adalah agresi AS atas wilayah kedaulatan Iran.

Menurut Siti, skema MOU adalah hasil perundingan yang rendah jika dibandingkan dengan Agreement (Persetujuan) dan Treaty (Perjanjian), sehingga dibutuhkan komitmen yang kuat untuk menaati isi MOU, jika kedua belah pihak menginginkan perdamaian.

Pengamat Ekonomi Energi Fahmy Radhi berpendapat bahwa perang AS-Iran tidak berdampak secara langsung bagi Indonesia, tetapi menghasilkan dampak ikutan yang tidak terkendali.

Diakui Fahmy, kenaikan harga minyak dunia menimbulkan krisis energi dunia, yang menyebabkan inflasi yang mengganggu perekonomian dunia.

Indonesia, ungkap Fahmy, memang belum menyatakan mengalami krisis energi, karena masih memiliki produksi minyak 600 ribu barel per hari.

Meski begitu, Fahmy menilai, kebijakan pemerintah RI saat ini belum mampu mengatasi dampak ikutan dari kenaikan harga BBM.

“Pemerintah harus benar-benar fokus dalam mengatasi sejumlah dampak tersebut,” ujar Fahmy.

Direktur CORE Indonesia Mohammad Faisal berpendapat, perang AS-Iran memperbesar tantangan dari sisi ekonomi sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Menurut Faisal menghadapi kondisi saat ini kita harus concern terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Dinamika perang AS-Iran, ujar dia, harus mendorong para pemangku kepentingan untuk menata kebijakan domestik yang adaptif dalam menyikapi dampak yang terjadi.

Menurut Faisal, kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan anggaran subsidi BBM lebih dari Rp300 triliun.

“Tanpa realokasi, refocusing, dan tambahan penerimaan negara, defisit APBN akan melampaui batas 3% dari PDB,” ujar Faisal.

Wartawan senior Saur Hutabarat mengungkapkan bahwa berbagai lembaga global dinilai sejumlah pakar sudah tidak berfungsi, dalam perundingan bilateral AS-Iran tidak saling menghormati, sehingga perang berpotensi berkepanjangan.

Namun, Saur menilai, di dalam negeri ada tanda-tanda berkemampuan keluar dari tekanan dampak kenaikan harga BBM, akibat perang berkepanjangan.

Yaitu, ujar Saur, dengan terjadinya peningkatan penjualan kendaraan listrik pada periode Juli 2026 sebesar 80,8%.

Jika dibandingkan dengan penjualan kendaraan secara umum, tambah dia, pangsa penjualan kendaraan listrik naik menjadi 18,3%.

“Tanda lainnya, terkait mundurnya Gubernur BI yang tidak berpengaruh apa-apa, dengan kata lain sepertinya kita mulai belajar ndableg, masa bodoh apa pun yang terjadi,” pungkas Saur. ***

Tags: Lestari MoerdijatPerang AS-IranWakil Ketua MPR RI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Kepala BGN Sudaryono angkat bicara soal tudingan anggaran MBG gerus anggaran pendidikan (Instagram @badangizinasional.ri)
Nasional

Program MBG Dituding Gerus Anggaran Pendidikan, Kepala BGN Bantah

by Feri Spt
30 July 2026

Suaranusantara.com- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut-sebut telah menggerus...

Kepala BGN Sudaryono bicara soal sekolah rusak di Grobogan (Instagram @badangizinasional.ri)
Nasional

Kepala BGN Ogah Dikaitkan Sekolah Rusak dengan Program MBG: Mohon Maaf Enggak Nyambung

by Feri Spt
30 July 2026

Suaranusantara.com- Kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono angkat bicara...

Kepala BGN Sudaryono bicara soal 116 juta rakyat Indonesia lapar kurang makan (Instagram @badangizinasional.ri)

Data Kemenkes Ditemukan Sebanyak 116 Juta Rakyat Lapar Kurang Makan, Kepala BGN Respon Begini

30 July 2026
MRT sekarang bisa tap in-out pakai kartu kredit (Instagram @jktcreativemedia)

Nggak Pake Ribet! Pertama di Indonesia Naik MRT Sekarang Bisa Tap In-Out Kartu Kredit

30 July 2026
MRT Jakarta kini tap in-out kartu kredit salah satunya dari bank Mandiri (Instagram @dishubdkijakarta)

Naik MRT Kini Cukup Tap In-Out Kartu Kredit, Bank Mandiri Dukung Dapatkan Cashback 50 Persen

30 July 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat mencoba tap in-out kartu kredit (Instagram @pramonoanungw)

MRT Jakarta Kini Bisa Tap In-Out Kartu Kredit, Pramono Anung: Sekarang Sudah Sejajar Tokyo

30 July 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

5 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

5 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

5 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

5 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Presiden RI Prabowo Subianto saat acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa 23 Juni 2026 (Instagram @presidenrepublikindonesia)
Nasional

Miris Menyayat Hati! Naikin Gaji Guru Sulit, Kini Prabowo Naikan Tukin Pegawai Kemhan dan TNI sampai 90 Persen

by Feri Spt
30 July 2026

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto resmi menyetujui kenaikan tunjangan kinerja (tukin) bagai pegawai Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan...

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Dampak Perang AS-Iran Harus Diatasi dengan Kebijakan yang Tepat

29 July 2026
Duka Eddy Soeparno atas Berpulangnya Anggota DPR RI H. Bakri

Duka Eddy Soeparno atas Berpulangnya Anggota DPR RI H. Bakri

29 July 2026
Marinus Gea bersama Komisi XIII DPR RI saat kunjungna di Mimika, Papua

Marinus Gea Desak Evaluasi Koperasi Desa Merah Putih di Papua

29 July 2026
Anggota DPR RI Marinus Gea

Marinus Gea Soroti Trauma Anak Korban Aksi Kekerasan Massa di Bali

29 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com