SuaraNusantara.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, pada tahun ini menyiapkan Program Santri Rakyat untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.
Pelaksana tugas (Plt) Asisten Daerah (Asda) III Bidang Kesejahteraan Rakyat, Iyan Fitriyana menyebut, Program Santri Rakyat merupakan salah satu program strategis daerah Kabupaten Lebak.
“Program ini ikhtiar dalam menanggulangi kemiskinan melalui pendekatan pendidikan yang efektif,” kata Iyan, Kamis (22/1/2026).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, ujar Iyan, mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk beasiswa lulusan sekolah dasar (SD) di wilayah Desil 1 (Kelompok masyarakat sangat miskin) agar melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya di pondok pesantren (Ponpes).
“Jadi Rp1 miliar dari pemerintah daerah dihibahkan ke FSPP (Forum Silaturahmi Pondok Pesantren). Anggaran ini untuk memondokkan 100 siswa yang berasal dari Desil 1 di ponpes modern. Datanya kita ambil dari Dinas Sosial (Dinsos),” ucap Iyan.
“Terutama yang sekarang kita teliti bahwa ada kemiskinan struktural di wilayah sekitar TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak), PTPN (PT Perkebunan Nusantara). Ini juga akan jadi prioritas kita,” tambahnya.
Untuk sementara, ada 25 sampai 28 ponpes yang akan dilibatkan dalam Program Santri Rakyat. Namun penentuan ponpes maupun seleksi siswa ditentukan oleh tim bentukan FSPP bersama OPD yang merumuskan.
“Durasi bersekolah selama enam tahun sampai tingkat SMA. Tetapi kan masing-masing pondoknya kan beragam ya jenjangnya. ada yang SMP/MTs dan SMA/MA,” tuturnya.
Diakui Iyan, anggaran yang dialokasikan untuk kebutuhan siswa selama menjalani pendidikan di ponpes masih kecil. Maka diperlukan bantuan dari ponpes untuk memberikan subsidi.
“Memang minim ya, tapi ini yang baru bisa kita ikhtiarkan. Teman-teman FSPP juga menyambut baik dan mereka menyampaikan siapnmembantu untuk menutup kekurangannya, termasuk juga ada peran Baznas,” katanya.(Def)


















Discussion about this post