Suaranusantara.com – Dalam beberapa hari media sosial di Indonesia cukup ramai dengan topik polusi udara di Jakarta, yang berbahaya bagi kesehatan pernafasan. Salah satunya penyebab terkena bronkopneumonia. Apa itu bronkopneumonia?
Ahli pulmonologi Erlang Samoedro menjelaskan bahwa bronkopneumonia merupakan infeksi saluran pernafasan akut. Namun, polusi udara bukanlah menjadi satu-satunya penyebab penyakit tersebut.
“Salah satu yang meningkatkan risiko kejadian bronkopneumonia adalah polusi udara. Akan tetapi, banyak faktor lain yang juga berperan seperti gizi, imunisasi, komorbid, dan lain sebagainya,” kata Erlang dalam keterangan yang diterima, (16/6/2023).
Bronkopneumonia termasuk jenis pneumonia yang terjadi pada bronkus dan alveolus. Bronkus merupakan saluran udara antara trakea dan alveolus. Sementara alveolus adalah kantong udara tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Republlik Indonesia (Kemenkes RI), jenis pneumonia itu paling umum terjadi pada anak-anak. Bronkopneumonia dapat memicu gejala ringan hingga berat serta dapat juga berisiko fatal.
Penyebab bronkopneumonia umumnya adalah infeksi bakteri seperti Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Haemophilus influenzae, Klebsiella pneumoniae, Escherichia coli, dan Proteus species.
Selain infeksi bakteri, penyakit tersebut juga dapat disebabkan infeksi virus termasuk SARS-CoV-2 atau virus Covid-19 dan infeksi jamur seperti Aspergillus fumigatus.
Selain infeksi virus dan adanya polusi udara, terdapat beberapa faktor risiko bronkopneumonia yaitu :
1.Usia
Orang berusia 65 tahun keatas memiliki risiko bronkopneumonia lebih tinggi. Hal itupun berlaku bagi anak-anak berusia dibawah 2 tahun.
- Lingkungan
Orang yang bekerja di rumah sakit atau panti wreda memiliki tingkat risiko yang tinggi terkena bronkopneumonia. Hal itu lantaran paparan lingkungan yang tinggi risiko paparan bakteri dan virus. - Gaya hidup
Kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan merupakan gaya hidup tidak sehat yang akan meningkatkan risiko penyakit. - Kondisi medis tertentu
Kondisi medis tertentu bisa memicu bronkopneumonia, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), HIV/AIDS, daya tahan tubuh lemah akibat obat imunosupresan, penyakit kronis (seperti jantung, diabetes), penyakit autoimun, kanker, batuk kronis, kesulitan menelan atau penggunaan ventilator.
Gejala bronkopneumonia pada anak-anak umumnya bisa berupa:
a. rewel,
b. demam,
c. hidung tersumbat,
d. sulit tidur,
e. tidak nafsu makan atau minum,
f. nadi teraba cepat,
g. bibir membiru,
i. dada tampak cekung ke dalam saat bernapas,
j. napas berbunyi (mengi-red).
Sementara pada orang dewasa, gejala bronkopneumonia antara lain demam, batuk berdahak,sesak napas,nyeri dada, mudah berkeringat, tubuh menggigil, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan dan linglung terutama pada lansia.
Jika pada kondisi medis tertentu dan daya tahan tubuh sedang lemah, gejala yang terjadi bisa lebih parah.(ADT)


















Discussion about this post