Suaranusantara.com – Anggota DPR RI dari Komisi VI, Deddy Sitorus, memberikan penilaian bahwa kehadiran dua megaproyek di Kalimantan Utara (Kaltara) diperkirakan akan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dua proyek tersebut adalah proyek KIPI Tanah Kuning dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Malinau dan Bulungan.
Deddy Sitorus berharap bahwa peluang ekonomi yang muncul dari proyek-proyek tersebut dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kaltara, terutama pelaku usaha seperti koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Untuk itu, ia menekankan pentingnya dukungan kepada pelaku usaha di Kaltara melalui pelatihan dan pendidikan.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah melibatkan Kementerian Koperasi dan UKM untuk memberikan pelatihan dan pendidikan terkait pengembangan koperasi dan UMKM di Kaltara.
Dalam keterangannya kepada media, Deddy Sitorus menyampaikan, “Dalam proyek KIPI, nantinya akan ada ratusan tenaga kerja. Ini merupakan peluang ekonomi yang besar. Bayangkan berapa banyak beras, ikan, sembako, dan kamar kos yang dibutuhkan.” Ia mengemukakan hal ini saat menghadiri pelatihan dan pendidikan yang diadakan melalui Sosialisasi Program Strategis Kementerian Koperasi dan UKM di Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara. Ratusan pelaku usaha UMKM di Bulungan turut serta dalam pelatihan tersebut.
Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan Kalimantan Utara, Deddy Sitorus mengungkapkan pentingnya pendidikan dan pelatihan yang dilakukan sejak dini. Hal ini bertujuan agar peluang ekonomi yang muncul dapat segera dimanfaatkan, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, melainkan juga pelaku usaha.
“Ikuti perkembangan industri untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kaltara. Jika kita tidak mempersiapkan diri, kita akan menjadi penonton. Oleh karena itu, persiapan seperti pendidikan dan pelatihan sangat penting,” harap Deddy Sitorus, politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan.
Lebih lanjut, ia berharap agar Kementerian Koperasi dan UKM dapat mengembangkan lebih banyak program di Kaltara, karena menurutnya, Kaltara adalah masa depan ekonomi Indonesia. “Kami juga berharap agar kementerian meningkatkan jumlah program pelatihan di Kaltara. Karena Kaltara merupakan gerbang negara dan daerah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia Timur,” tambah Deddy.(KML)


















Discussion about this post