Suaranusantara.com – Gempa bumi berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang Jepang pada 1 Januari 2024 telah menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan.
Hingga kini, tim penyelamat masih berusaha mencari 242 orang yang dinyatakan hilang akibat gempa tersebut1. Gempa tersebut juga memicu tsunami yang menghantam sejumlah daerah di pesisir barat Jepang.
Gelombang setinggi 1,2 meter (4 kaki) menggenangi beberapa kota di Prefektur Ishikawa, Niigata, dan Toyama2. Badan Meteorologi Jepang telah mencabut peringatan tsunami pada Selasa pagi, tetapi menghimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Menurut laporan media, sedikitnya enam orang tewas di Prefektur Ishikawa, yang merupakan wilayah paling terdampak gempa. Selain itu, puluhan orang terluka, sebagian besar karena jatuh atau tertimpa benda.
Sekitar 32.700 rumah tangga di Prefektur Ishikawa kehilangan listrik dan beberapa kota kehilangan akses air. Beberapa fasilitas medis juga mengalami pemadaman listrik dan air.
Gempa bumi juga berdampak pada jaringan transportasi di Jepang. Jalur Shinkansen dan penerbangan di daerah tersebut dibatalkan sejak gempa. Empat kereta di Hokuriku Shinkansen terhenti selama 11 jam dengan total 1.400 penumpang di dalamnya. Shinkansen Hokuriku baru akan kembali beroperasi pada Selasa siang.
Sejak gempa pertama, telah terjadi lebih dari 129 gempa susulan berkekuatan shindo 2 atau lebih tinggi. Badan Meteorologi memperingatkan bahwa gempa hingga 7 SR dapat melanda daerah tersebut selama seminggu ke depan.


















Discussion about this post