SuaraNusantara.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mencatat, terjadi peningkatan pada kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal tahun ini.
Hingga pertengahan bulan Februari 2024, tercatat penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes Aegypti sebanyak 610 kasus, 4 orang di antaranya meninggal dunia. Ratusan kasus tersebut dilaporkan oleh hampir seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di kabupaten ini.
“Melihat data tahun lalu di periode yang sama memang menunjukkan peningkatan. Tahun lalu rata-rata di angka 30 kasus per bulan,” kata Plt Kepala Dinkes Lebak, dr. Budhi Mulyanto, Jumat (23/2/2024).
Menurut Budhi, ada beberapa faktor mengapa kemudian catatan kasus demam berdarah di fasilitas kesehatan mengalami peningkatan.
“Akses pemeriksaan kesehatan yang lebih mudah dapat meningkatkan cakupan kasus. Kenapa? Mungkin kalau dulu tidak terdiagnosis sekarang terdiagnosis, sehingga penemuan kasus nya menjadi lebih banyak,” ujar Budhi.
Meningkatnya laporan demam berdarah dalam catatan faskes juga bisa dikarenakan sedang terjadi peningkatan populasi nyamuk. Hal ini kemudian menyebabkan peningkatan penularan DBD.
“Kasus DBD itu rata-rata meningkat pada saat peralihan musim. Perkembangbiakan nyamuk aedes Aegypti berada di air bersih, biasanya di tempat-tempat penampungan air. Biasanya saat musim hujan banyak tempat yang bisa menjadi tampungan air tidak berhubungan langsung dengan tanah, seperti kaleng kosong dan lain-lain yang bisa berpotensi nyamuk bertelur di situ,” papar Budhi.(Def)


















Discussion about this post