
Jakarta – SuaraNusantara
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakhrullah menyebutkan, jumlah keseluruhan penduduk Indonesia yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) masih tersisa sekitar 183 jutaan orang. Itu termasuk WNI yang bekerja di luar negeri.
“Bila dikurangi yang di luar negeri sekitar 4.5 jutaan maka target yang di dalam negeri 178 jutaan (penduduk),” papar Zudan, Jakarta, Kamis (16/3/2017).
Kata Zudan, total penduduk seluruh Indonesai per 31 Desember 2016 lalu berjumlah 257 juta orang. “Penduduk kita ada 257 jutaan,” sambungnya.
Zudan berkata, pihaknya terus mengoptimalkan program percepatan rekam data kependudukan. Ia meminta Dinas Dukcapil daerah proaktif untuk melakukan perekaman bagi warga yang data kependudukannya masih belum tersimpan di database Ditjen Dukcapil pusat. ” Yang penting rekam dulu,” ujar dia.
Diungkapkan, pemerintah tak memungkiri bila pelayanan kependudukan hingga kini masih terkendala teknis. “Saya minta maaf karena ada daerah pelayanan publiknya terkendala blanko,” papar Zudan.
Terkait lelang blanko, Kemendagri masih menunggu hasil probity audit dari tim Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Itjen. “Mudah-mudahan Maret ini sudah bisa selesai. Akhir Maret diharapkan sudah bisa didistribusikan ke daerah,” tukas Zudan.
Penulis: Has

















