SuaraNusantara.com – Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) menyebut 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Lebak Hasbi Jayabaya-Amir Hamzah tanpa arah.
Kritik Kumala terhadap kinerja Hasbi dalam memimpin roda pemerintahan Kabupaten Lebak disampaikan saat menggelar unjuk rasa di depan Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Lebak, Jumat (13/6/2026).
“Harusnya 100 hari kerja jadi momen pembuktikan Hasbi-Amir memimpin Lebak, tapi yang terlihat justru kekosongan arah. Pemerintahnya berjalan tetapi rakyatnya merasa ditinggal,” kata Ketua Koordinator Kumala, Rohimin.
Awal-awal kepemimpinan juga seharusnya menjadi gambaran visi, arah dan keseriusan dalam menunaikan janji kampanye. Sayangnya menurut Rohimi, 100 hari diisi dengan program seremonial yang minim berdampak langsung kepada masyarakat.
“Jangan sampai janji-janji mereka saat kampanye hanya selesai di Pilkada. Seratus hari ini harusnya jadi tolak ukur bagaimana kepemimpinan Hasbi-Amir mengatasi persoalan Lebak,” ucapnya.
Rohimi mencontohkan salah satu persoalan yang semestinya bisa cepat dituntaskan oleh Hasbi, yakni aktivitas angkutan berat di jalan raya. Selain berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan, truk-truk besar juga mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat, bahkan tak sedikit kecelakaan melibatkan kendaraan tersebut menelan korban jiwa.
“Harus ada Perbup (Peraturan Bupati) karena tanpa ada regulasi yang mengatur jam operasional maka angkutan berat bebas beraktivitas walaupun pada saat jam ramai kendaraan bermotor,” terang dia.
“Di tengah masih banyak terbatasnya akses pendidikan di pelosok, layanan kesehatan yang tertinggal tapi rakyat dibiarkan bertanya-tanya ke mana arah kebijakan Bupati,” sambung dia.
Untuk diketahui, Hasbi Jayabaya dan Amir Hamzah merupakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lebak pada Pilkada 2024 yang diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Perindo.
Pasangan ini dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto bersama ratusan pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih secara serentak dari seluruh Indonesia pada 20 Februari 2025.
Hasbi menyampaikan bahwa dirinya memang tidak memiliki program 100 hari kerja. Hal itu dikatakan usai proses serah terima jabatan dari Penjabat (Pj) Bupati Lebak Gunawan Rusminto, pada 3 Maret 2025.
“Bicara 100 hari itu orang pengennya omon-omon, lalu tidak tercapai jadi kontroversi dan barang jualan wartawan nantinya, saya enggak mau. Yang penting, saya mau bekerja dengan baik, bagaimana kebijakan Hasbi-Amir bisa menyentuh masyarakat secara langsung,” kata Hasbi.
Hasbi menjelaskan, program Pemerintah Kabupaten Lebak harus menyesuaikan dengan Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto.
“Tapi yang salah satu dipastikan adalah renovasi alun-alun, namun renovasi percuma kita lakukan kalau drainasenya tidak diperbaiki terlebih dahulu karena percuma akan banjir lagi banjir lagi,” pungkasnya


















Discussion about this post