Suaranusantara.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah melantik sebanyak 992 pejabat fungsional Aparatur Sipil Negara (ASN) di Halaman Balai Kota Jakarta, Rabu (3/9).
Pelantikan ini diketahui, sebagai bagian dari transformasi birokrasi menuju Jakarta menjadi kota global.
Pramono tegaskan, pejabat fungsional harus mengedepankan integritas, transparansi, dan akuntabilitas agar kehadiran mereka benar-benar berdampak pada kualitas pelayanan publik. Ia menilai, birokrasi berbasis spesialisasi adalah modal penting dalam membangun Jakarta kompetitif secara global.
“Ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan sekaligus mendorong aparatur mengembangkan kompetensi. Dari total pejabat fungsional yang dilantik, jumlah terbesar adalah guru dengan 664 orang,” ujar Pramono.
Meski guru mendominasi, jumlah penata perizinan sebanyak 149 orang dan penata kelola penanaman modal sebanyak 126 orang dinilai strategis untuk memperkuat iklim investasi. Menurutnya, sektor pendidikan dan investasi menjadi dua fondasi utama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota layak huni sekaligus pusat daya tarik internasional.
Ia mengingatkan pejabat fungsional agar menjunjung tinggi profesionalisme dengan tetap menghormati aspirasi masyarakat. “Bekerjalah secara transparan dan akuntabel, sehingga setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan serta menumbuhkan kepercayaan publik,” tambahnya.
Adapun pejabat yang dilantik terdiri atas delapan jenis jabatan fungsional, di antaranya administrator kesehatan, apoteker, bidan, epidemiolog, guru, penata perizinan, penata kelola penanaman modal, serta administrator database kependudukan. Mereka berasal dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta Dinas Dukcapil.

















Discussion about this post