SuaraNusantaracom – Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai Indonesia bakal tetap berhasil menjalankan G20 meski Putin tak hadir. Menurutnya, di KTT G20 sebelum-sebelumnya, pimpinan negara anggota G20 yang hadir pun tidak lengkap.
“Perhelatan G20 meski tidak dihadiri oleh kedua pimpinan tersebut, merupakan suatu pencapaian mengingat di masa-masa lalu kerap tidak lengkap. Saya sebut pencapaian karena meski ada isu geopolitik dunia terkait Ukraina, masih banyak kepala negara dan kepala pemerintahan yang hadir,” kataya Prof Hikmahanto dihubungi Jumat, (11/11/2022)
Hikamahanto menyebut, ada empat alasan kenapa Indonesia tak gagal selenggarakan KTT G20 meski tak dihadiri oleh Presiden Rusia, yang merupakan anggota G20.
“Pertama, Indonesia sama sekali tidak memiliki kendali atas kehadiran Presiden Putin. Kedua, saya yakin pemerintah sudah mengupayakan dengan maksimal melalui berbagai saluran agar Presiden Putin hadir,” ucapnya.
Kemudian, soal perdamaian antara Rusia dan Ukraina, sebenarnya forum G20 bisa menjadi salah satu arena pertemuan informal antara Putin dan Zelensky. Namun, Indonesia pun tak punya beban harus menyelesaikan konflik dua negara tersebut.
“Ketiga, KTT G20 bukanlah forum untuk menyelesaikan perang di Ukraina. Kalau ada upaya untuk menyelesaikan perang di Ukraina maka hal tersebut dilakukan dalam side event atau acara sampingan dari acara pokok KTT,” katanya.
“Terakhir, Indonesia tidak pernah punya beban atau mandat dari siapapun untuk menyelesaikan konflik di Ukraina,” katanya


















Discussion about this post