Suaranusantara.com- Sejumlah warga dari Sihaporas, Kabupaten Simalungun, dan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara mendatangi Fraksi PDI Perjuangan DPR RI di Senayan, Jakarta. Mereka mengadukan konflik lahan dan dugaan kerusakan lingkungan akibat aktivitas dua perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka.
Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Bane Raja Manalu, mengatakan pengaduan itu mencerminkan penderitaan masyarakat yang tercerabut dari mata pencaharian. Ia menyebut warga, termasuk kaum ibu, mengalami intimidasi bahkan kekerasan saat berjuang mempertahankan tanah yang diturunkan leluhur mereka.
“Mereka ini tercabut dari sumber mata pencarian. Ada ibu-ibu yang saya temui langsung, badannya lebam-lebam kena pukul. Motivasi mereka bukan untuk kaya raya, tetapi untuk hidup di atas tanah yang mereka miliki turun-temurun,” ujar Bane usai audiensi.
Bane turut menyinggung keberadaan pengamanan perusahaan yang menurutnya menyerupai aparat bersenjata. Dari rekaman yang beredar, ia mengaku sempat mengira yang datang adalah polisi, padahal ternyata hanya pihak keamanan perusahaan dengan perlengkapan lengkap. Kondisi itu membuat warga semakin tertekan.
Ia menegaskan Fraksi PDIP memiliki tanggung jawab untuk memberi ruang aspirasi. Karena itu, ia mendorong masyarakat tidak ragu menyampaikan keluhan. Setiap aduan yang diterima, menurut Bane, akan diperjuangkan hingga ke tingkat politik agar mendapat penyelesaian.
“Fraksi PDIP memang ditugaskan untuk setiap hari menerima aduan masyarakat. Entah dari manapun itu, kewajiban kami adalah mendengar dan menindaklanjutinya secara politik. Jadi jangan ragu, kami akan terus perjuangkan keluhan bapak-ibu semua di DPR,” tegasnya.


















Discussion about this post