Suaranusantara.com- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi soal fenomena kader partai politik (parpol) lain yang mulai ikut bergabung ke dalam partai yang diketuai oleh Kaesang Pangarep itu.
Juru Bicara PSI, Faldo Maldini mengungkap bahwa bergabungnya kader parpol lain ke PSI bukanlah suatu kebetulan.
Kata Faldo, bergabungnya kader parpol lain lantaran melihat citra PSI yang lebih segar, terbuka dan relevan terhadap situasi politik saat ini.
“Fenomena banyak kader dari partai lain yang melirik PSI itu bukan kebetulan,” kata Faldo saat dihubungi wartawan, Rabu 28 Januari 2026.
“PSI hari ini bukan sekadar partai, tapi ruang baru bagi politik yang mau kerja, bukan sekadar bicara. Banyak orang merasa PSI lebih segar, lebih terbuka, dan lebih relevan dengan tantangan generasi sekarang,” ujarnya.
Faldo juga tidak menampik bahwa sosok Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo, turut menjadi faktor yang memengaruhi keputusan sejumlah kader untuk bergabung.
Ia menilai pengalaman kepemimpinan Jokowi selama satu dekade menunjukkan pendekatan politik yang berorientasi pada kerja dan hasil.
“Semangat itu nyambung dengan DNA PSI, sehingga muncul apa yang orang sebut Jokowi effect. Tapi bagi PSI, efek itu bukan soal figur, melainkan soal gaya kerja yang nyata dan membumi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Faldo menegaskan bahwa PSI membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang ingin bergabung dan terlibat aktif dalam politik.
Tak hanya itu, PSI juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam kerja politik.
“Karena itu PSI membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin berpolitik dengan cara baru. Kami mengajak anak muda, profesional, aktivis, pelaku usaha, dan tokoh daerah untuk tidak hanya mengkritik, tapi ikut bekerja bersama PSI. Politik ke depan tidak cukup ditonton, tapi harus dikerjakan bersama,” pungkas Faldo.


















Discussion about this post