Suaranusantara.com- Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pihak yang tidak mau bekerja sama menuai tanggapan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, mempertanyakan dasar kekhawatiran tersebut di tengah besarnya dukungan politik yang dimiliki pemerintah saat ini.
Dalam keterangannya, Andreas menilai bahwa Prabowo justru telah memiliki basis dukungan yang sangat kuat, baik dari sisi politik maupun birokrasi. Ia menyebut dukungan tersebut terlihat dari hasil pemilihan umum hingga komposisi kabinet dan jabatan strategis lainnya.
“Selama ini Pak Prabowo bangga terpilih dengan lebih dari 50% suara dukungan, didukung oleh hampir semua parpol di kabinet, di jajaran eselon 1 birokrasi terkonsolidasi bahkan sampai komisaris di berbagai BUMN adalah para pendukung Pak Prabowo. Artinya, banyak orang yg mau bekerja sama, lantas apa kurangnya?” kata Andreas saat dihubungi, dikutip pada Sabtu, (11/4).
Lebih lanjut, ia menilai kritik yang muncul di ruang publik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Ia mempertanyakan alasan kekhawatiran terhadap kritik yang disampaikan oleh berbagai pihak.
“Kalau ada yang mengkritik tentu hal yang sangat lumrah di negara demokrasi. Mengapa Pak Prabowo khawatir kalau ada yang mengkritik? Saya kira hal yang sangat wajar dalam dinamika hidup bernegara,” ucap dia.
Dalam pandangannya, kritik justru seharusnya dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan dorongan untuk mempercepat pembangunan.
“Sebaiknya jadikanlah kritik-kritik sebagai pemicu dan akselerasi pembangunan. Sebagai orang yang berkuasa, menurut saya, Pak Prabowo seharusnya lebih khawatir terhadap orang-orang yang hanya memuji dan menyampaikan informasi yang baik-baik saja, yang tidak sesuai dengan situasi riil di lapangan,” ujar dia.


















Discussion about this post