Suaranusantara.com- Viral foto renofasi rumah adat Kepualaun Nias di Taman Mini Indonesia Indah yang tidak sesuai dengan bangunan sebelumnya.
Renofasi bangunan rumah adat yang tidak sesuai itu kemudian ramai dikritik oleh masyakarat Kepulauan Nias di media sosial.
Salah satu akun media sosial yang menyuarakan mengenai replika rumah adat Nias yakni akun Facebook milik @Famaedo Art Studio.
Dalam unggahannya, @Famaedo Art Studio sebut jika renofasi bangunan rumah adat Nias di anjungan TMII itu berbeda jauh dari desain rumah adat asli. Bahkan, akun itu juga bandingkan bangunan rumah adat yang sekarang ini di TMII dengan rumah adat di kepulaun Nias meskipun sama-sama dibuat dari material beton.
Baca Juga:Â Dihadapan Wamenkeu Suahasil Nazara, Teruna Wau Ajukan Permohonan Renovasi Rumah Adat Besar Bawomataluo
“Padahal sama-sama menggunakan material beton, tapi hasilnya berbeda. Sepertinya ini tergantung selera penggagas anjungan” tulis @Famaedo Art Studio dalam akun Facebooknya.
“Tim Desain bolehlah belajar ke Teluk Dalam cara membuat replika rumah tradisional Nias dengan material beton. Kalau mau kayu, lebih banyak lagi ahlinya” tambahnya
Selain itu, unggahan lainnya di akun tersebut direspon banyak oleh warganet asal Kepulauan Nias. Tidak sedikit dari warganet kecewa atas hasil bangunan rumah adat yang tidak sesuai itu.

Salah satu warganet bahkan meminta agar bangunan rumah adat baru ini dikembalikan seperti desain aslinya. Pasalnya, rumah adat asal kepulaun Nias ini memiliki nilai sejarah.
“Tidak sesuai dengan Rumah Adat Nias, kembalikan ke bentuk yang sebenarnya, karena model dan bentuk Rumah Adat Nias memiliki makna dan sejarah. Jangan rusak budaya Nias (Rumah Adat Nias) yang telah utuh selama ini” tulis @Aroso** Ze***
“Para leluhur kita, pasti menangis melihat ini” komen @Ton** Zal****
“Warna catnya diubah, kurang pas” tulis @Eman**** La***
“Designernya tdk memahami replika rumah adat nias, boleh jadi bukan orang nias sehingga asal asalan membuatnya.perlu dipertanyakan kpd mereka yg mengelola kegiatan itu karena menurut saya terlalu menyepelekan warisan leluhur nias” ucap @Ors****
“Renofasi ulang saja” kata @Ar* Ndr***


















Discussion about this post