Suaranusantara.com- Memasuki awal tahun hari kedua 2026, Bahan Bakar Minyak (BBM) dari seluruh SPBU baik swasta seperti Shell, BP, Vivo maupun milik pemerintah, Pertamina per 1 Januari kompak mengalami penurunan harga.
Kebijakan penurunan harga BBM itu berlaku di berbagai wilayah di Indonesia seperti DKI Jakarta dan sekitarnya.
Untuk Pertamina, pemerintah mengatakan, untuk BBM bersubsidi dipastikan tidak akan mengalami perubahan.
Penurunan harga BBM non-subsidi ini berpotensi memberikan ruang penghematan bagi masyarakat, khususnya pengguna kendaraan pribadi.
Meski demikian, konsumen tetap perlu mencermati perbedaan harga antardaerah yang dipengaruhi kebijakan pajak daerah.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth Dumatubun dalam keterangan resminya, menyampaikan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan dengan mengacu pada formula harga dari pemerintah serta mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak dunia, seperti Argus atau Mean of Platts Singapore (MOPS), dan mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Penyesuaian harga ini kami lakukan secara berkala, dan tetap menjadikan harga Pertamax Series dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif,” ujar Roberth, Kamis 1 Januari 2026
Harga tersebut dapat bervariasi di tiap daerah sesuai dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) masing-masing provinsi.
Berikut daftar harga BBM baik swasta maupun Pertamina milik pemerintah:
Pertamina
Non Subsidi
– Pertamax (RON 92): Rp12.350 per liter (sebelumnya Rp12.750)
– Pertamax Turbo: Rp13.400 per liter (sebelumnya Rp13.750)
– Pertamax Green 95: Rp13.150 per liter (sebelumnya Rp13.500)
– Dexlite: Rp13.500 per liter (sebelumnya Rp14.700)
– Pertamina Dex: Rp13.600 per liter (sebelumnya Rp15.000)
Subsidi (Tidak Berubah)
Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
Harga tersebut berlaku untuk wilayah DKI Jakarta.
Shell
Penyesuaian harga BBM Shell berlaku untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur, dengan rincian sebagai berikut:
Shell Super (RON 92): Rp12.700 per liter (sebelumnya Rp13.000)
– Shell V-Power (RON 95): Rp13.190 per liter
– Shell V-Power Nitro+: Rp13.480 per liter
– Shell V-Power Diesel: Rp13.860 per liter
BP-AKR
Untuk wilayah Jabodetabek, BP-AKR menetapkan harga:
– BP 92: Rp12.500 per liter (sebelumnya Rp13.000)
– BP Ultimate (RON 95): Rp13.190 per liter
– BP Ultimate Diesel: Rp13.860 per liter
Vivo
SPBU Vivo juga menyesuaikan harga BBM non-subsidinya sebagai berikut:
– Revvo 92: Rp12.700 per liter (sebelumnya Rp13.000)
– Diesel Primus: Rp13.610 per liter (sebelumnya Rp15.520)
Rangkuman Harga BBM per Operator (DKI Jakarta dan Sekitarnya)
Pertamina (Subsidi)
– Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
– Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
Pertamina (Non-Subsidi)
– Pertamax (RON 92): Rp12.350 — Turun
– Pertamax Green 95: Rp13.150 — Turun
– Pertamax Turbo: Rp13.400 — Turun
– Dexlite: Rp13.500 — Turun
– Pertamina Dex: Rp13.600 — Turun
Shell
Shell Super (RON 92): Rp12.700 — Turun
Shell V-Power (RON 95): Rp13.190 — Penyesuaian Shell V-Power Nitro+: Rp13.480 — Penyesuaian
Shell V-Power Diesel: Rp13.860 — Penyesuaian
BP
BP-AKR BP 92: Rp12.500 — Turun
BP Ultimate (RON 95): Rp13.190 — Penyesuaian
BP Ultimate Diesel: Rp13.860 — Penyesuaian
Vivo
Revvo 92: Rp12.700 — Turun
Diesel Primus: Rp13.610 — Turun


















Discussion about this post