SuaraNusantara.com – Ganjar Pranowo, calon presiden (Bacapres) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), memberikan respons tegas terhadap pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto.
Hasto mengungkapkan kesedihannya setelah ditinggal presiden Joko Widodo (Jokowi) usai putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka menjadi Cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang.
“Kesedihan itu pasti ada, tapi kita enggak akan cengeng, banteng enggak cengeng. Banteng ketaton itu langsung bergerak,” kata Ganjar saat berbicara dengan wartawan di Ponpes Miftahul Ulum, Jakarta, pada Minggu, 29 Oktober 2023.
Baca Juga:Â Panduan Sederhana: Memisahkan Akun Instagram dan Facebook yang Terhubung
Ganjar menegaskan bahwa PDIP tidak akan terjebak dalam romantisme kesedihan yang muncul setelah perubahan dinamika politik.
Dia merujuk pada peristiwa Kudatuli pada tahun 1996 yang dihadapi oleh PDIP, yang menjadi bukti ketangguhan partainya sebagai petarung yang tak kenal takut.
“Kita tidak dalam romantisme kesedihan, tapi kita harus berjuang, PDI Perjuangan itu waktu PDI juga dihajar habis-habisan dibakar itu, bahkan ada yang mati kok, jangan lupa dengan Kudatuli lho ya,” jelas Ganjar.
“Kita tetap akan terus berjuang, kita tidak akan mundur dalam menghadapi segala yang terjadi,” lanjutnya dengan tekad yang kuat.
Baca Juga:Â Panduan Sederhana: Memisahkan Akun Instagram dan Facebook yang Terhubung
Ganjar juga menunjukkan penghargaannya terhadap keputusan politik yang diambil oleh Jokowi dan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka.
“Sampai detik ini, saya tetap menghormati Pak Jokowi dan menghormati Mas Gibran sebagai pilihan politik,” tandasnya. (Alief)


















Discussion about this post