Suaranusantara.com – AC Milan dan Bologna akan saling berhadapan dalam final Coppa Italia 2025 yang berlangsung pada Kamis, 1 Mei 2025, pukul 02.00 WIB, di Stadio Olimpico, Roma.
Kedua tim sama-sama berambisi mengakhiri penantian panjang mereka akan gelar domestik bergengsi ini.
Pertemuan ini hanya berselang beberapa hari sejak bentrok di Serie A, di mana Milan sukses mengalahkan Bologna 3-1 di San Siro. Namun, laga kali ini memiliki taruhan jauh lebih tinggi: satu tempat dalam sejarah dan satu trofi di lemari klub.
Kebangkitan Milan di Momen Krusial
Milan tengah dalam performa terbaiknya musim ini. Kemenangan atas Bologna pekan lalu menandai empat kemenangan beruntun di semua ajang, catatan terbaik mereka dalam satu tahun terakhir.
Di bawah sistem taktik baru yang diterapkan Sergio Conceicao, Rossoneri mengoleksi lima kemenangan dari enam laga terakhir.
Setelah tertinggal lebih dulu lewat gol Riccardo Orsolini, Milan bangkit di babak kedua berkat dampak instan dari Santiago Gimenez yang mencetak dua gol. Christian Pulisic juga mencatatkan gol ke-11-nya di liga musim ini.
Milan sebelumnya sukses menyingkirkan rival sekota, Inter Milan, di semifinal dengan agregat meyakinkan 4-1. Kini, mereka mengincar trofi kedua musim ini setelah mengangkat Supercoppa Italia pada Januari lalu.
Bologna Mencari Kejutan dan Kembali ke Puncak
Di sisi lain, Bologna mencoba menuliskan cerita dongeng dengan mengejar gelar Coppa Italia pertamanya sejak 1974. Di bawah arahan Vincenzo Italiano, Bologna tampil mengejutkan dengan menyingkirkan Monza, Atalanta, dan Empoli secara meyakinkan.
Kemenangan atas Empoli di semifinal, dengan agregat 5-1, membuka jalan mereka ke final pertama dalam 26 tahun. Riccardo Orsolini dan Thijs Dallinga menjadi kunci sukses Bologna, dengan kontribusi gol yang konsisten sepanjang turnamen.
Namun, performa Bologna di liga mulai menurun. Mereka gagal menang dalam tiga laga terakhir sejak kemenangan atas Inter dan kini turun ke peringkat tujuh klasemen. Dengan dua laga tersisa, mereka harus berharap hasil dari tim lain untuk menjaga asa ke Liga Champions.
Kondisi Skuad Jelang Final
Milan mendapatkan kabar baik dengan kembalinya Youssouf Fofana dari cedera dan Rafael Leao setelah menjalani skorsing. Fikayo Tomori juga diperkirakan siap tampil meski sempat mengalami cedera ringan.
Pelatih Conceicao kemungkinan akan menurunkan formasi 3-4-2-1, dengan salah satu dari Santiago Gimenez, Tammy Abraham, atau Luka Jovic sebagai ujung tombak, didukung oleh Leao dan Pulisic.
Sementara itu, Bologna diperkirakan mengandalkan Dallinga sebagai penyerang utama, didampingi Orsolini dan Dominguez. Emil Holm siap kembali memperkuat lini belakang, bersaing dengan Davide Calabria untuk posisi bek kanan.
Statistik Menarik: Raja Comeback Italia Bertarung
Milan dan Bologna dikenal sebagai tim spesialis comeback musim ini. Rossoneri telah mengumpulkan 22 poin setelah tertinggal, sementara Bologna mencatatkan 18 poin dari posisi serupa.
Dengan kedua tim yang seimbang dan penuh kejutan, laga final ini berpotensi berlangsung hingga perpanjangan waktu. Namun, pengalaman Milan di laga besar bisa menjadi pembeda.
Perkiraan Susunan Pemain
- AC Milan (3-4-2-1):
Maignan; Tomori, Gabbia, Pavlovic; Jimenez, Fofana, Reijnders, Hernandez; Pulisic, Leao; Jovic - Bologna (4-2-3-1):
Skorupski; Calabria, Beukema, Lucumi, Miranda; Freuler, Ferguson; Orsolini, Odgaard, Dominguez; Dallinga
Prediksi Skor AC Milan vs Bologna
AC Milan 2-1 Bologna (waktu normal atau extra time)
Milan difavoritkan untuk mengangkat trofi Coppa Italia keenam dalam sejarah mereka, dan hanya yang kedua sejak 2003.


















Discussion about this post