Suaranusantara.com- Jakarta Fair 2025 atau dikenal dengan Pekan Raya Jakarta kembali digelar sejak resmi dibuka Kamis 19 Juni 2025 lalu di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Momen festival Jakarta Fair 2025 digelar di tengah perekonomian global mengalami ketidakpastian terlebih lagi adanya perang Iran-Israel baru-baru ini.
Adapun festival Jakarta Fair merupakan momen tahunan yang menjadi tradisi dalam menyambut HUT Ibu Kota Jakarta. Tepat pada 2025 ini, Jakarta merayakan HUT ke 498.
Momen Jakarta Fair 2025 sendiri akan berlangsung sampai 13 Juli 2025 mendatang. Pada festival ini, diikuti oleh sebanyak dua ribu lebih perusahaan yang berpartisipasi.
Sebanyak dua ribu lebih perusahaan dengan komposisi 55 persen sektor swasta dan 45 persen sektor UMKM hadir meramaikan booth Jakarta Fair 2025.
Direktur Utama JIExpo, Siti Hartati Murdaya bilang Jakarta Fair digelar sebagai wujud nyata mempertahankan stabilitas ekonomi, di tengah gejolak ekonomi.
Siti Hartati juga menekankan komitmen pengembangan produk usaha mikro, kecil dan menengah.
Senada dengan Siti, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berharap nilai transaksi di Jakarta Fair 2025 meningkat lebih dari Rp7,5 triliun.
Harapan ini tak lepas dari transformasi yang sedang dilakukan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global.
Kata Pramono, Jakarta berkontribusi terhadap 16,85 persen ekonomi nasional.
“Sebagai gubernur Jakarta, saya berharap mudah-mudahan tahun ini transaksinya meningkat lebih dari Rp 7,5 triliun,” kata Pramono Anung saat malam pembukaan Jakarta Fair 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Juni 2025.
Pramono mengakui bahwa target tersebut menjadi tantangan tersendiri karena durasi penyelenggaraan Jakarta Fair tahun ini lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada tahun lalu Jakarta Fair berlangsung lebih dari satu bulan, maka tahun ini acara hanya digelar kurang dari empat pekan. Hal ini disebabkan oleh penggunaan lokasi pameran oleh Kementerian Pertahanan untuk acara Indo Defence 2025 yang berlangsung pada 11–14 Juni 2025.
Jakarta Fair yang berlangsung sejak Juni hingga 13 Juli 2025, diyakini tetap menggerakkan roda perekonomian di tengah gelombang ketidakpastian.
Tidak hanya sebagai ruang untuk mengenalkan produk, Jakarta Fair juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian.


















Discussion about this post