Suaranusantara.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan per 31 Juli 2025, pendapatan daerah tercatat sebesar Rp 43,65 triliun atau 56 persen dari target Rp 91,34 triliun.
Hal itu disampaikan Pramono saat melaporkan capaian realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2025 di Balai Kota, Rabu (27/8/2025).
“Dan total Rp 91,34 triliun pendapatan daerah sudah mencapai Rp 43,65 triliun. Artinya 56 persen. Dan kita memang dibandingkan dengan nasional,” kata Pramono.
Dia menambahkan, belanja daerah juga sudah terserap sebanyak Rp 30,95 triliun atau 37 persen dari target.
Dengan capaian tersebut, kata Pramono, APBD DKI mencatat surplus Rp 14,67 triliun serta sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) sebesar Rp 18,56 triliun.
“Jadi saat ini kita punya surplus Rp 14,67 triliun dan SiLPA Rp 18,56 triliun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan soal indikator makroekonomi Jakarta.
Dimana, pada sementer I 2025, pertumbuhan ekonomi ibu kota mencapai 5,18 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dari nasional yang berada di level 5,12 persen.
Kontribusi Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional juga masih dominan, yakni 16,61 persen. Inflasi di Jakarta tercatat 2,22 persen, menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Inflasi kita 2,22 persen. Artinya bahwa sebenarnya Jakarta terjaga dengan baik momentum pertumbuhannya. Jangan dengan berdikir karena Jakarta mempunyai kontribusi 16,61 persen dari GDP, ini juga memberikan kontribusi yang baik bagi pemerintah sekarang nasional,” tuturnya.

















Discussion about this post