Suaranusantara.com- Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur tengah menjadi sorotan usai ambruk di pada akhir September 2025 lalu.
Kejadian itu berlangsung saat para santri tengah menunaikan ibadah solat Ashar sekitar pukul 15.00 WIB. Mushala Ponpes Al Khoziny tiba-tiba ambruk.
Hal ini membuat para santri menjadi korban baik luka-luka bahkan meninggal dunia.
Melihat kejadian ini, DPR RI meminta agar pembangunan ponpes di seluruh Indonesia harus diawasi secara ketat agar tidak ada tragedi serupa.
Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko yang menyayangkan peristiwa runtuhnya gedung musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang menewaskan puluhan santri.
Mulanya, Singgih mengatakan jika terdapat indikasi pelanggaran hukum dalam kasus ambruknya ponpes Al Khonziny itu, maka harus diproses secara hukum.
“Jika memang ada pelanggaran hukum, dari Komisi VIII diselesaikan jalur hukum, karena ini menyebabkan meninggalnya para santri,” kata Singgih kepada wartawan, Senin 6 Oktober 2025.
Selain itu, Singgih mengingatkan agar pengawasan terhadap pembangunan ponpes diperketat. Ia menilai, setiap proses pembangunan harus dilakukan secara profesional oleh tenaga ahli agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
“Kita menghimbau supaya ada pembangunan harus diawasi dan dilaksanakan oleh yang ahlinya. Kita sangat prihatin dan menyesalkan musibah ini,” pungkasnya.
Diketahui, evakuasi korban ambruknya ponpes Al Khonziny masih terus berlanjut di hari ke delapan, Senin 6 Oktober 2025.
Pada Senin, proses evakuasi tim gabungan melaporkan 54 korban telah ditemukan, dengan rincian lima bagian tubuh (body part) dan 49 jenazah utuh. Masih ada 13 korban yang belum ditemukan, dan proses pencarian terus dilanjutkan.
Sebelumnya, Minggu 5 Oktober 2025 hingga pukul 21.00 WIB, korban tewas tragedi ambruknya ponpes Al Khoziny mencapai 52 orang.
Pada evakuasi Minggu malam, petugas mengevakuasi sebanyak tujuh kantong jenazah korban ambruknya ponpes Al Khoziny.
Total korban hingga pencarian hari ketujuh mencapai 156 orang dengan rincian 52 korban tewas termasuk potongan tubuh, ada sebanyak 104 korban selamat.


















Discussion about this post