Suaranusantara.com- Proses evakuasi korban ambruknya pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur yang dilakukan oleh Tim SAR masih terus berlanjut hingga Senin 6 Oktober 2025. Sayangnya, anggota Tim SAR kini menurun lantaran banyak petugas yang mulai terserang gatal-gatal dalam proses evakuasi korban ambruknya ponpes Al Khoziny.
Para petugas dilaporkan gatal-gatal lantaran efek paparan debu, lumpur, serta kurangnya perlindungan diri selama bertugas di lokasi bencana.
“Setelah evaluasi kemarin, ada beberapa anggota yang terserang penyakit kulit, gatal-gatal, karena tidak memakai APD yang baik,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Budi Irawan, Senin, 6 Oktober 2025.
Budi pun menyampaikan kondisi medan evakuasi korban ponpes Al Khoziny, yakni lembap, tertutup puing bangunan, dan bercampur lumpur membuat risiko gangguan kesehatan semakin tinggi.
Untuk itu, BNPB bersama Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jawa Timur segera menyalurkan bantuan tambahan berupa APD, vitamin, dan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh para petugas di lapangan.
“Bantuan ini sangat membantu meningkatkan stamina dan kesehatan personel agar mereka tetap bisa bekerja maksimal dalam operasi yang sudah berlangsung lebih dari sepekan,” ucap Budi.
Selain itu, posko kesehatan di area tanggap darurat juga memperketat pemeriksaan bagi para relawan dan petugas setiap pergantian sif. Hal itu, untuk mencegah penularan penyakit kulit dan kelelahan.
Hingga hari ke-8 proses evakuasi, Senin, 6 Oktober 2025, tim gabungan melaporkan 54 korban telah ditemukan, dengan rincian lima bagian tubuh (body part) dan 49 jenazah utuh. Masih ada 13 korban yang belum ditemukan, dan proses pencarian terus dilanjutkan.
“Targetnya hari ini selesai. Tapi ini bukan hari terakhir. Bila belum selesai, pencarian akan terus kami lanjutkan sampai tuntas,” tegas Budi.
Budi juga mengingatkan seluruh tim untuk tetap menjaga kesehatan dan bekerja dengan hati-hati. “Kita harus tetap berdoa dan waspada, karena keselamatan petugas juga menjadi prioritas dalam misi kemanusiaan ini,” tandas Budi.


















Discussion about this post