Suaranusantara.com- Hujan deras yang memicu banjir di berbagai titik Jakarta berdampak langsung pada operasional TransJakarta. Pada Minggu, 18 Januari 2026, operator transportasi publik tersebut melakukan penghentian, perpendekan, hingga pengalihan rute bus di sejumlah jalur yang terdampak genangan.
Pihak TransJakarta menyampaikan bahwa beberapa rute belum dapat beroperasi karena kondisi jalan yang masih tergenang air. Situasi ini menyebabkan layanan di sejumlah koridor dan rute pendukung terpaksa disesuaikan demi alasan keselamatan.
Rute BRT yang dihentikan sementara meliputi Koridor 2, 2A, 7F, 12, dan 14. Selain itu, puluhan rute Mikrotrans seperti JAK.01, JAK.05, JAK.10, hingga JAK.87 juga belum beroperasi. Dampak banjir turut dirasakan pada layanan Non-BRT serta rute yang melayani kawasan rumah susun.
Penyesuaian juga dilakukan dengan memendekkan lintasan di beberapa koridor utama. Koridor 10 kini hanya melayani rute Tanjung Priok–PGC ke arah Cempaka Putih, Koridor 5 melayani Kampung Melayu–Jembatan Merah, sementara Koridor 9 mengalami perubahan lintasan akibat genangan di Kali Grogol dan Jembatan Tiga.
Selain itu, sejumlah rute Mikrotrans dan Non-BRT dialihkan untuk menghindari titik-titik banjir, di antaranya JAK.08, JAK.09, JAK.30, JAK.71, serta rute Non-BRT 5M.
Manajemen TransJakarta mengimbau masyarakat agar memantau informasi terbaru melalui aplikasi dan kanal resmi perusahaan. Informasi layanan akan terus diperbarui seiring dengan normalisasi kondisi jalan yang terdampak banjir.
“Kami akan terus memperbarui informasi setelah jalur dapat dilalui kembali secara normal,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta Ayu Wardhani


















Discussion about this post