Suaranusantara.com – Kementerian Perhubungan mencatat jumlah penumpang angkutan umum selama periode Lebaran 2026 naik 11,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini menandakan tingginya mobilitas masyarakat pada musim mudik dan arus balik tahun ini.
Berdasarkan data sementara Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu, jumlah penumpang angkutan umum sejak H-8 hingga H+3 Lebaran mencapai 15.397.417 orang.
Angka ini meningkat dari 13.858.086 orang pada periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, pergerakan sarana angkutan umum juga mengalami kenaikan sebesar 4,07 persen.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan, peningkatan ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi umum sekaligus menjadi tantangan dalam menjaga kelancaran arus balik.
“Data tersebut masih bersifat dinamis karena proses perhitungan masih terus berlangsung hingga 30 Maret 2026. Kami masih melihat adanya potensi puncak arus balik pada 28-29 Maret 2026,” ujar Dudy saat meninjau kondisi lalu lintas di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Rabu (25/3).
Untuk mengantisipasi lonjakan pada puncak arus balik, pemerintah mendorong masyarakat agar melakukan perjalanan lebih awal, khususnya pada 26–27 Maret 2026.
Momentum ini dinilai strategis karena didukung kebijakan work from anywhere (WFA) serta diskon tarif tol sebesar 30 persen di sejumlah ruas jalan.
Selain itu, pengaturan waktu perjalanan disebut menjadi kunci dalam mengurai kepadatan. Dengan penyebaran waktu perjalanan, beban lalu lintas diharapkan tidak terpusat pada satu periode tertentu.
Di sisi keselamatan, Kemenhub juga mengapresiasi masyarakat yang telah mematuhi arahan petugas selama masa mudik. Kepatuhan tersebut dinilai berkontribusi terhadap penurunan angka kecelakaan dan fatalitas.
Pemerintah juga menegaskan bahwa pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas masih diberlakukan hingga 29 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus lalu lintas, terutama di jalur-jalur utama yang menjadi titik krusial arus balik.
Dengan tren mobilitas yang terus meningkat, Kemenhub menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petugas, dan masyarakat agar arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan selamat hingga periode berakhir.


















Discussion about this post