Suaranusantara.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan memanggil manajemen Xanh SM atau Green SM pada Selasa (28/4) untuk memberikan klarifikasi terkait kecelakaan yang melibatkan KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan.
“Kami telah membentuk tim khusus ini untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional angkutan umum,” kata Aan di Kantor Pusat Kemenhub Jakarta, Selasa (28/4).
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga setiap potensi pelanggaran akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan data pada aplikasi Siprajab, kendaraan taksi yang terlibat kecelakaan bernomor polisi B 2864 SBX tercatat telah terdaftar dan memiliki kartu pengawasan yang masih berlaku hingga 28 Oktober 2026. Kendaraan tersebut juga terdaftar untuk melayani taksi reguler di wilayah Jabodetabek.
Meski demikian, Ditjen Hubdat tetap melakukan pendalaman lebih lanjut guna memastikan kepatuhan operator terhadap seluruh ketentuan yang berlaku.
Aan menambahkan, pihaknya akan mengaudit kembali elemen standar manajemen keselamatan yang wajib dipenuhi oleh perusahaan angkutan umum, termasuk memastikan kendaraan, pengemudi, serta sistem operasional memenuhi aspek keselamatan di lapangan.
Selain itu, Kemenhub juga akan melakukan klarifikasi dan penindakan apabila ditemukan pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum dan PM 117 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek.
Menurut Aan, sanksi administratif dapat diberikan sesuai tingkat pelanggaran, mulai dari surat peringatan, pembekuan izin sementara, hingga pencabutan izin.
“Kami tegas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta keterlibatan taksi Green SM dalam kecelakaan ini. Nantinya hasil pendalaman akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya,” pungkasnya.

















Discussion about this post