Suaranusantara.com- Pengamat politik, Refly Harun menilai bahwa Presiden RI Prabowo Subianto berpotensi bisa menjabat dua periode atau sepuluh tahun.
Hal itu, kata Refly bisa saja terjadi apabila mengikuti cara Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang menjabat selama dua periode.
Refly menyampaikan demikian apabila Prabowo tergoda untuk kembali mengikuti ajang pemilihan presiden (Pilpres) 2029 mendatang.
Menurut Refly, apabila Prabowo tergoda untuk kembali maju setelah masa jabatannya berakhir, ia bisa menyiapkan infrastruktur politik kemenangan sebagaimana yang dilakukan Jokowi.
“Kalau dia tergoda untuk dua periode, maka dia akan lakukan seperti Jokowi. Apa itu? Dia siapkan infrastruktur kemenangan untuk 2029, seperti Jokowi menyiapkan infrastruktur kemenangan untuk 2019,” ucapnya, dikutip dari YouTube Refly Harun, Senin 25 Mei 2026.
Refly menilai, dalam praktiknya, proyek pembangunan sering kali bukan untuk mensejahterakan rakyat, melainkan menjaga keterikatan masyarakat dengan partai dan tokoh politik.
Rakyat dibiarkan miskin agar tetap bergantung pada bantuan tunai (cash transaction), yang pada akhirnya bersumber dari perampokan kekayaan negara, termasuk BUMN.
Ia mencontohkan kasus Jiwasraya, proyek kereta cepat, hingga dana haji yang disebut-sebut pernah dijadikan sumber pendanaan politik.
Lebih lanjut, Refly menyoroti Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang menurutnya berpotensi dijadikan alat pemenangan politik.
“Contoh, Koperasi Merah Putih bagus niatnya. Tapi kalau dibajak di tengah jalan, itu hanya menjadi alat tim pemenangan. Menjelang pilpres, siapa yang tidak mendukung Prabowo disingkirkan. Ada tim yang dibiayai negara di 84.000 desa dan kelurahan, keren, cadas, sudah pasti menang,” ucapnya.
Refly mengingatkan bahwa godaan untuk periode kedua bisa membuat arah pembangunan buyar.
Program yang semula berorientasi pada kesejahteraan rakyat bisa berubah menjadi ajang penggalangan dana politik.
“Sekarang memenangkan pemilu itu enggak bisa lagi cuma 1–2 triliun, makin lama makin tinggi nilainya,” pungkasnya.


















Discussion about this post