Suaranusantara.com- Memasuki bulan Bung Karno, PDI Perjuangan menggelar Festival Wisata Kuliner Nusantara di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten sejak Jumat 12 Juni 2026.
Festival Kuliner ini dimeriahkan oleh sebanyak 135 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner berbasis kearifan lokal.
Festival Kuliner ini berlangsung tepat di Pamulang Square, Tangsel Banten selama tiga hari terhitung sejak 12 hingga 14 Juni 2026 dengan tema “Satu Rasa, Satu Bangsa, Sajian Nusantara”.
Acara dibuka untuk masyarakat umum setiap pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.
Kegiatan ini digelar bertujuan membantu masyarakat berdikari di bidang ekonomi terlebih di tengah kondisi saat ini.
Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bagian dari peringatan Bulan Bung Karno sekaligus mengenalkan kembali nilai-nilai kemandirian pangan yang pernah digagas Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.
Sebanyak 135 pelaku UMKM, menghadirkan lebih dari 300 varian kuliner khas Nusantara yang terinspirasi dari buku legendaris Mustika Rasa, sebuah dokumentasi resep masakan Indonesia yang lahir pada era Bung Karno.
Pada acara pembukaan Festival Kuliner, sejumlah tokoh nasional dan daerah turut menghadiri pembukaan acara, di antaranya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPD PDI Perjuangan Banten Ade Sumardi, anggota DPR RI Sri Rahayu.
Lalu Ketua Bidang Pariwisata DPP PDI Perjuangan Wiryanti Sukamdani, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono.
Kemudian Sekretaris DPD PDI Perjuangan Banten Wanto Sugito, serta jajaran anggota DPRD Provinsi Banten dan DPRD kabupaten/kota se-Banten.
Turut hadir pula Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Selatan Mukroni, para pengurus partai, badan sayap, serta kader PDI Perjuangan dari berbagai daerah.
Beragam produk kuliner ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari makanan tradisional hingga kreasi kekinian.
Di antaranya pempek, lupis, bir pletok, kopi Baduy, es kelapa, cimol, risoles, dimsum, hingga aneka makanan khas daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Asisten Ketua Panitia, Dwi Nugroho, mengatakan persiapan festival dilakukan dalam waktu sekitar satu minggu.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Bung Karno yang jatuh setiap bulan Juni, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM.
“Kami menghadirkan 135 stan yang terdiri dari pelaku usaha kuliner dan produk kreatif. Harapannya festival ini dapat memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara sekaligus membantu peningkatan pendapatan UMKM,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dispora Kota Tangerang Selatan Mukroni mengapresiasi kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan organisasi politik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi kunci dalam menciptakan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.
“Keberhasilan suatu program hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan kerja sama yang kuat. Kegiatan seperti ini menjadi contoh bagaimana berbagai elemen dapat bersatu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat UMKM,” kata Mukroni.
Melalui festival tersebut, penyelenggara berharap kuliner Nusantara semakin dikenal generasi muda sekaligus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Tangerang Selatan dan wilayah sekitarnya.


















Discussion about this post