Suaranusantara.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya tengah bersiap menghadapi tantangan perubahan iklim akibat fenomena El Nino, yakni pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang berpotensi memperpanjang musim kemarau.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak pada ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, hingga aktivitas ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
Menanggapi potensi tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi dan adaptasi, seperti penambahan ruang terbuka hijau, perluasan akses air bersih, pembangunan daerah resapan, pengendalian banjir, serta pengembangan urban farming.
“Penguatan lingkungan juga menjadi perhatian untuk menjaga Jakarta tetap bersih, layak huni dan berkelanjutan,” kata Pramono dalam sambutannya pada HUT Kota Jakarta ke 499 di Monas, Senin (22/6/2026).
Pramono menegaskan, menjelang usia lima abad Jakarta, persoalan sampah tidak boleh diwariskan kepada generasi mendatang.
“Karena itu, gerakan pilah sampah terus di dorong sebagai gerakan bersama yang dimulai dari rumah, lingkungan, dan ruang-ruang kehidupan sehari-hari. Jakarta yang bersih, sehat, dan berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terus bekerja secara responsif dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat terus beraktivitas dengan nyaman sekaligus memastikan Jakarta melangkah menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.


















Discussion about this post