Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Isu PKI, Zombie yang Dihidupkan Kembali demi Tujuan Politik

Suara Nusantara by Suara Nusantara
30 September 2017
in Nasional
Reading Time: 4 mins read
A A
Foto: Getty Images

Foto: Getty Images

3
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Foto: Getty Images

Jakarta-SuaraNusantara

Bicara tentang ancaman komunisme di tahun 2017 sebenarnya tak ubahnya membicarakan zombie. Bangkai yang telah lama terkubur dan dihidupkan kembali.

BACAJUGA

Perkuat Aparat Hukum, Prabowo Janji Bakal Penuhi Personel BPKP, KPK hingga Kejagung

Prabowo Peringatkan Mitra MBG Nakal: Kembalilah ke Jalan yang Benar

Ibarat zombie, komunisme di tanah air sebenarnya isu usang yang kerap digunakan untuk menjatuhkan pamor pihak-pihak tertentu, dan kini tampaknya dibangkitkan  kembali jelang Pemilu 2019.

Publik tentu masih ingat isu jelang Pemilu 2014 silam dimana Jokowi disebut-sebut berdarah Cina dan keluarganya pro komunis, sementara faktanya Jokowi asli berdarah Jawa, dan soal pro komunis tidak pernah ada bukti konkritnya. Semua isu tersebut diarahkan agar masyarakat membenci pihak tertentu, menjatuhkannya, dan pada saat bersamaan ada pihak lain yang tentunya akan diuntungkan.

Bahaya terbesar yang mengancam keutuhan NKRI belakangan ini sebenarnya berasal dari ormas-ormas anarkis yang intoleran. Ancaman yang sama juga datang dari pegiat media sosial yang saban hari memposting komen-komen dan meme anti agama dan etnis tertentu.

Komunis ancaman bagi NKRI? PKI ancaman? Bisa saja PKI memang menjadi ancaman bagi keutuhan bangsa, namun ibarat zombie yang jalannya saja pelan dan sempoyongan sambil meracau tidak jelas, demikianlah ancaman komunis sebenarnya sangat minimalis. Justru ancaman ormas anarkis dan kaum intoleran yang jelas-jelas menjadi bom waktu dan akan menghancurkan negeri ini suatu saat nanti.

Adalah sangat berbahaya (dan sebenarnya sangat bodoh) bila kita mengalihkan kewaspadaan nasional pada PKI si hantu zombie, sementara pada saat bersamaan kita lalai memerhatikan ancaman yang datang dari kelompok intoleran.

Apalagi bila bicara soal pemberontakan PKI di tahun 1965. Jiwa yang kritis harus lebih dulu bertanya, benarkah di tahun itu terjadi kudeta? Benarkah PKI pelakunya, bila pemberontakan itu benar ada? Atau jangan-jangan pemberontak aslinya adalah ‘serigala berbulu domba’?

Sejarah mencatat pembantaian simpatisan PKI 1965 adalah buah kotor percaturan politik dunia di era Perang Dingin. Bahkan propaganda anti komunis yang disebarkan di Indonesia pun dirancang dan disusun di luar negeri.

Presiden AS John F. Kennedy dan penguasa Uni Sovyet, Nikita Khrushchev (Foto: Central Press/Getty Images)

Pada dekade 60an dunia didera konflik ideologi antara Amerika dan Uni Sovyet. Akibatnya perang proksi menjalar ke berbagai belahan Bumi. Jerman terbelah dua dan negara berkembang menjadi lahan lain perseteruan dua adidaya tesebut. Tahun 1963 Amerika Serikat gagal menjatuhkan benteng Komunisme di Kuba. Presiden baru AS, Lyndon B. Johnson, lalu beralih menginvasi Vietnam Utara.

Bagaimana kedua negara adidaya menjadikan negara berkembang sebagai catur politik terlihat dari banyaknya perang proksi selama dekade 1960an. Dekade 1960an mencatat sedikitnya 50 konflik semacam itu, yang terbanyak selama Perang Dingin. Uni Sovyet dan Cina terutama getol memasok senjata buat pemberontak komunis.

Indonesia adalah medan perang lain antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet. Mulai awal dekade 60an, Presiden Soekarno menjadi primadona politik yang diperebutkan oleh Presiden AS John F. Kennedy dan penguasa Uni Sovyet, Nikita Khrushchev.

Saat itu, meski masih sangat miskin, namun Indonesia  menjadi kekuatan terbesar di Asia Tenggara dan mulai diperhitungkan di dunia. Kharisma Bung Karno menjadi salah satu sebab mengapa negara lain merasa enggan dengan Indonesia.

Soekarno yang sejak mudanya anti kapitalis semakin muak dengan kebijakan politik Blok Barat setelah Amerika Serikat membantu pemberontakan PRRI/Permesta tahun 1958. Sebagai balasannya, Soekarno mendekat kepada Blok Timur. Sukarno juga memerintahkan agresi militer terhadap Malaysia buat menentang pembentukan negara persemakmuran oleh Inggris. Soekarno saat itu beralasan dirinya menentang neo kolonialisme. Realitanya dia menyokong pemberontakan kelompok Komunis Malaysia di Serawak.

Soekarno yang merasa Indonesia sudah cukup kuat untuk meninggalkan asas netralitas, kemudian menghidupkan poros Moskow-Beijing-Jakarta. Memasuki dekade 1960an, Uni Sovyet tercatat sebagai pemberi bantuan terbesar ke Indonesia, melebihi negara lain. Beragam peralatan tempur tercanggih pemberian Uni Sovyet itu menjadikan kekuatan tempur Indonesia terbilang menakutkan.

Tapi sejarah mencatat, petualangan politik Soekarno bersama Moskow dan Beijing itu kemudian ternyata berujung fatal.

AS pun mulai berupaya menggembosi Partai Komunis Indonesia (PKI)). Mereka mengkhawatirkan Soekarno yang mulai tua akan mewariskan tahta kepada PKI. Kendati dimusuhi Jakarta, dinas rahasia barat tetap menjalin kontak dengan TNI yang dianggap satu-satunya harapan memberangus komunisme di Indonesia. Hingga peristiwa 65, AS telah melatih setidaknya 4.000 perwira TNI anti PKI.

Tahun 1971 mingguan Jerman Der Spiegel melaporkan pada 1965 dinas rahasia Jerman BND bekerjasama dengan CIA memerangi PKI di Indonesia. BND antara lain membantu TNI dengan memasok senjata api, alat komunikasi dan uang senilai 300.000 DM atau sekitar 700 ribu Euro.

Tahun 1965 BND memiliki seorang agen rahasia, eks perwira NAZI, Rudolf Oebsger-Röder yang menyamar sebagai wartawan di Jakarta. Agen rahasia inilah yang memotori kegiatan intelijen Jerman di Indonesia.

Reinhard Gehlen, Presiden BND, menulis dalam memoarnya bahwa keberhasilan Suharto “menumpas PKI patut dihargai setinggi tingginya.” Gehlen mengaku kehilangan “dua teman dekat” yang ikut dibunuh pada peristiwa G30S, salah satunya Brigjen Donald Isaac Pandjaitan

Sedangkan National Security Archive di AS mencatat dinas rahasia Inggris, MI6, yang beroperasi dari Singapura, menggandeng dinas rahasia Australia buat merancang propaganda hitam terhadap PKI, etnis Cina dan Sukarno. MI6 bahkan memanipulasi pemberitaan media asing seperti BBC. Propaganda yang banyak berkaca pada pemberontakan komunis Malaysia itu lalu diadopsi berbagai media Indonesia yang dikuasai TNI.

Hasilnya luar biasa. Rakyat, terutama generasi muda/pelajar/mahasiswa menjadi sangat membenci Soekarno. Etnis Cina jadi sasaran kemarahan rakyat karena negeri luluhur mereka, RRC, dituding mendalangi pemberontakan PKI, meski kenyataannya RRC bahkan enggan ‘terlalu dekat’ dengan DN Aidit, karena menilai Ketua PKI tersebut terlalu berangasan. Janji pemberian ratusan ribu pucuk senapan untuk mempersenjatai Angkatan ke-5 yang digagas PKI juga tidak pernah direalisasikan oleh RRC.

Menang tidak banyak bukti mengenai keterlibatan langsung dinas rahasia asing terhadap pembantaian simpatisan PKI. Yang jelas Kedutaan Besar Amerika Serikat menyerahkan daftar berisikan 5.000 nama jajaran pimpinan dan anggota PKI kepada TNI. Dokumen tersebut, kata Robert J. Martens, atase politik di kedubes AS, “adalah bantuan besar buat TNI.”

Di hari-hari pembantaian itu dunia merayakan kehancuran PKI di Indonesia. PM Australia Harold Holt (ki.) berkomentar “dengan dibunuhnya 500 ribu sampai 1 juta simpatisan Komunis, aman untuk berasumsi bahwa reorientasi (di Indonesia) sedang berlangsung.” Ironisnya Uni Sovyet cuma bereaksi dingin dengan menyebut pembantaian tersebut sebagai “insiden yang tragis.”

Ironisnya lagi, 52 tahun setelah G30S berlalu, muncul gerakan untuk menjadikan film Pengkhianatan G30S/PKI sebagai tontonan masyarakat. Meski tidak berstatus ‘wajib ditonton’, namun gerakan ini patut dipertanyakan tujuannya. Benarkah semata-mata demi mengingatkan anak bangsa pada bahaya komunisme?

Hilmar Farid seorang sejarawan Indonesia, menyebut film Pengkhianatan G30S/PKI sebagai sebuah propaganda yang dicampur dengan “sejumlah fantasi (dari Orde Baru)”.  Kritik yang sama datang dari wartawan Hendro Subroto yang meliput pengambilan jenazah para jenderal dari Lubang Buaya.

Banyak ketidakakuratan dalam film Pengkhianatan G30S/PKI  yang seharusnya menjadikan film tersebut sebagai alat hiburan semata dan bukan fakta sejarah. Contoh paling fatal adalah penggambaran rapat-rapat petinggi PKI. Padahal tidak semua petinggi PKI hadir dalam rapat G30S, karena gerakan ini hanya dirancang oleh DN Aidit dan Biro Chusus-nya yang terdiri dari Syam, Pono dan Bono. Petinggi PKI lainnya praktis tidak tahu apa-apa.

Menurut penuturan Rusdiarno, Wakil Ketua II Biro Keamanan CC PKI yang kerap menggantikan Kusno sebagai pengawal pribadi DN Aidit, pagi hari 1 Oktober 1965, sejumlah pemimpin PKI seperti MH Lukman dan Sudisman merasa bingung dengan kejadian yang ada. Ini karena DN Aidit lebih banyak ‘bekerja’ dengan Biro Chusus-nya saja dan mengabaikan petinggi PKI lainnya.

“Saya tanya-tanya terus ke MH Lukman, ‘ada apa ini?’. Mungkin karena bosan ditanya terus, dia malah bentak saya. ‘Saya juga nggak tahu ada apa! Kamu cari tahu saja sendiri!’ Akhirnya saya keluar bawa mobil, jalanan sepi, tapi tentara di mana-mana,” tutur Rusdiarno kepada penulis, beberapa waktu lalu.

Penggambaran dalam film juga mengesankan G30S dirancang sangat rahasia. Kenyataannya sekitar sebulan sebelum kejadian, intelijen TNI AD sudah tahu bahwa akan ada gerakan penculikan terhadap beberapa jenderal, namun petinggi TNI AD saat itu, termasuk Jenderal Ahmad Yani tidak terlalu menghiraukannya karena menganggapnya sebagai isu belaka.

Menurut kesaksian Letkol Abdul Latif, malam sebelum G30S, dirinya juga sudah memberi tahu Soeharto selaku Panglima Kostrad, namun Soeharto diam saja, cuma manggut-manggut.

Demikian juga penggambaran bahwa gerakan direncanakan dengan sangat teliti. Faktanya, menurut Brigadir Jenderal Soepardjo, salah satu tokoh kunci G30S yang belakangan dihukum mati, gerakan ini dipimpin oleh orang-orang yang “keheranan, ragu-ragu, dan tidak terorganisir”. Keterangan ini selaras dengan hasil penelitian banyak sejarahwan.

Tidak adanya rencana cadangan bila gerakan gagal merupakan bukti bahwa G30S memang dilakukan secara sembrono dan dikerjakan oleh beberapa petualang yang tidak memahami strategi militer dengan baik. 

Kontributor: Eka M/DW

 

 

 

 

 

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Presiden RI Prabowo Subianto puji SPPG Polri (Instagram @presidenrepublikindonesia)
Nasional

Puji SPPG Polri, Prabowo: Dapur MBG Terbaik, Nasinya Uenak Pulen

by Feri Spt
4 June 2026

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto di hadapan 12.000 penggerak...

Presiden RI Prabowo Subianto angkat bicara terkait pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala BGN (Instagram @presidenrepublikindonesia)
Nasional

Prabowo Akui Berat Copot Dadan Hindayana Cs: Sedih Mengganti Orang yang Saya Sayangi

by Feri Spt
4 June 2026

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto mengaku berat saat mengambil...

Nanik S Deyang Kepala BGN yang baru lapor ke Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @sekretariat.kabinet)

Hari Pertama Jabat Kepala BGN, Nanik S Deyang Sampaikan Laporan ke Prabowo

4 June 2026
Presiden RI Prabowo Subianto copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN (Instagram @netramedia.id)

Prabowo Beberkan Alasan Copot Dadan Hindayana Cs dari Pimpinan BGN

4 June 2026
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana kenakan rompi pink tahanan Kejagung usai ditetapkan sebagai tersangka korupsi tata kelola MBG (Instagram @winnews_)

Kronologi Penangkapan hingga Penetapan Dadan Hindayana Cs sebagai Tersangka Kasus Korupsi MBG, Ditetapkan Selang Sehari Dicopot dari Pimpinan BGN

4 June 2026
Presiden RI Prabowo Subianto angkat bicara terkait penetapan tersangka Dadan Cs atas kasus korupsi MBG (Instagram @bitorexpost)

Dadan Hindayana Ditangkap Resmi Tersangka Korupsi MBG, Prabowo Tanggapi Begini

4 June 2026

POPULER MINGGU INI

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

3 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

3 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Dadan Hindayana eks Kepala BGN resmi tersangka korupsi MBG (Instagram @garutupdate_)
Nasional

Wow! Ternyata Ini Daftar Belanja yang Dimark-up Dadan Hindayana Cs hingga Berujung Penetapan Tersangka Korupsi MBG

by Feri Spt
4 June 2026

Suaranusantara.com- Dadan Hindayana namanya tengah menjadi perbincangan, bukan karena prestasinya melainkan lantaran dirinya resmi ditetapkan sebagai tersangka...

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana kenakan rompi pink tahanan Kejagung, resmi tersangka kasus korupsi MBG (dok Istimewa)

Sehari Usai Dicopot, Dadan Hindayana Cs Resmi Ditetapkan Tersangka Korupsi MBG

4 June 2026
Waldemar Anton

Michael Carrick Bidik Waldemar Anton, Impian ke Premier League Jadi ‘Kartu As’!

3 June 2026
Denzel Dumfries

Real Madrid Tebus Murah Klausul Denzel Dumfries, Demi Skema Jose Mourinho?

3 June 2026

Usai Eks Kepala BGN Ditahan Kejagung, Prabowo: Saya Tidak Mau Uang Rakyat Dicuri

3 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com