Lebak – Setelah sempat tertunda, pelantikan 50 anggota DPRD Kabupaten Lebak periode 2019-2024 akan dilaksanakan pada Senin, 26 Agustus 2019.
Dari 50 anggota DPRD Lebak terpilih, 27 orang di antaranya merupakan wajah baru di legislatif Lebak.
Namun, pelantikan yang akan berlangsung di ruang paripurna DPRD Lebak bakal diwarnai aksi unjuk rasa mahasiswa.
Diperkirakan hampir 100 orang mahasiswa dari Forum Mahasiswa Peduli Lebak (FMPL) yang terdiri dari Imala, Kumala, HMI-Dipo, HMI-MPO, GMNI, IMM, dan PII akan mendatangi gedung wakil rakyat.
Ketua Umum HMI-MPO Cabang Lebak Aceng Hakiki mengatakan, aksi unjuk rasa yang akan digelar bertujuan mengingatkan 50 anggota dewan yang dilantik tentang peran dan fungsi sebagai legislatif.
“Bagaiamana fungsi legislasi, kontrol dan budgeting benar-benar dijalankan untuk kesejahteraan masyarakat Lebak,” kata Aceng.
Menurutnya, fungsi dan peran DPRD perlu dipertegas agar ke depan tidak ada main mata antara legislatif dan eksekutif.
“Agar anggota dewan yang baru ini jangan mengulang kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh dewan lama. Prinsipnya kami ingin ingatkan itu kepada mereka,” terang Hakiki.
Terpisah salah seorang anggota DPRD Lebak terpilih dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Imad Humaedi menyambut baik rencana aksi tersebut.
“Saya sangat respect terhadap gerakan pemuda dan mahasiswa Lebak. Mahasiswa memang harus kritis,” kata Imad.
Imad mempercayai gerakan mahasiswa merupakan gerakan murni dengan mengedepankan idealisme demi perubahan di Kabupaten Lebak. Namun, ia meminta aspirasi disampaikan dengan sopan, santun dan damai.
“Jangan anarkis, bila perlu saya siap menerima aspirasi kawan-kawan untuk perubahan di Lebak. Bila perlu MoU dengan kami, apa yang diinginkan teman-teman mahasiswa,” kata Imad.(and)


















Discussion about this post