SuaraNusantara.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, menyebut angka kemiskinan ekstrem sejak tahun 2021 menunjukkan tren menurun. Pada tahun 2025, angkanya menjadi 0,53 persen.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, menilai, penurunan angka kemiskinan ekstrem merupakan capaian yang signifikan.
“Alhamdulillah, angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan secara drastis dari tahun 2021 yakni 2,21 persen menjadi 0,53 persen pada tahun 2025,” kata Widy, dikutip pada, Selasa 7 April 2026.
Widy mengatakan, tren penurunan juga terjadi pada persentase kemiskinan turun periode yang sama yakni 10,29 persen menjadi 8,03 persen. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat semakin membaik.
“Penanggulangan kemiskinan jadi fokus perhatian Bupati Lebak. Arahan terus diberikan kepada jajaran untuk fokus penanggulangan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, perbaikan infrastruktur, dan penataan perkotaan dan pelayanan publik,” jelas Widy.
Dia menjelaskan, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Lebak menyiapkan sejumlah strategi sebagai upaya untuk terus menurunkan angka masalah sosial tersebut.
“Melalui tiga pilar mulai dari pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat dan pengurangan kantong-kantong kemiskinan,” katanya.(Def)


















Discussion about this post