SuaraNusantara.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong produk halal UMKM buatan Indonesia ke luar Negeri. Lantaran tingginya peminat produk halal buatan negeri di pasar international.
Karena itu, pria yang akrab disapa Bambang mengapreasi kerjasama Aladdin Group dengan PT Bder Ventures Indonesia. Sebagaimana diketahui, Alladin Group telah hadir di 45 negara dengan angka konsumen hingga 5 miliar yang mana 1,45 milar di antaranya konsumen umat Islam.
“Ini semakin menguatkan posisinya di pasar produk halal dunia. Agar berbagai produk halalnya bisa lebih mendunia,” ujar Banbang usai menerima Founder Aladdin Group Dato’ Sri Desmond To, di Jakarta, Selasa (21/3/2023).
Bambang menjelaskan, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar dunia, sebagaimana laporan Global Religious Futures yang memprediksi pada tahun 2020 lalu jumlah penduduk muslim di Indonesia mencapai 229,6 juta jiwa atau sekitar 13 persen dari populasi muslim dunia. Maka potensi ekonomi syariah dan produk halal di Indonesia sangat besar.
“Laporan State of Global Islamic Economy Report (SGIE) 2020/2021, peran Indonesia dalam tujuh sektor ekonomi syariah dunia sangat kuat. Misalnya pada sektor makanan halal, dari total USD 1,17 triliun yang dikeluarkan oleh 1,9 miliar penduduk muslim dunia, sebesar USD 144 miliar di antaranya berputar di Indonesia. Dari USD 66 miliar ekonomi syariah pada sektor kosmetika halal, sebesar USD 4 miliar di antaranya berputar di Indonesia. Serta dari sekitar USD 2,88 triliun industri keuangan syariah dunia, sebanyak USD 99,2 miliar di antaranya berputar di industri keuangan syariah Indonesia,” tuturnya
Bambang mengatakan laporan SGIE Report 2020/2021 juga memprediksi tahun 2024 tingkat konsumsi pangan halal dunia naik dari USD 1,17 triliun, menjadi USD 1,38 triliun. Sementara konsumsi mode muslim akan meningkat dari USD 277 miliar menjadi USD 311 miliar.
“Peningkatan tersebut tidak hanya terjadi di negara-negara mayoritas penduduk muslim seperti Timur Tengah, tetapi juga berbagai negara mayoritas non-Muslim lainnya seperti di kawasan Eropa. Karena konsumen non muslim juga meyakini keberadaan label halal, tidak hanya terkait agama, tetapi juga kebersihan dan keamanan produk,” jelas Bambang.
Bambang menerangkan, berdasarkan laporan SGIE tahun 2019 tercatat 1,9 miliar muslim di berbagai penjuru dunia membelanjakan USD 2,02 triliun untuk memenuhi kebutuhan mereka terhadap berbagai produk yang sesuai prinsip syariah. Menunjukan betapa besarnya potensi pasar ekonomi syariah dan produk halal Indonesia di dunia.
“Industri berbasis syariah bukanlah untuk memusuhi penduduk agama lain. Tetapi alternatif jalan keluar atas kondisi dunia yang sudah karut marut akibat terlalu lama dirundung kapitalisme dan liberalisme, sehingga menjadikan si kaya semakin melejit, si miskin semakin terhimpit,” pungkas Bamsoet. (edw)


















Discussion about this post