SuaraNusantara.com – Seorang warga asal Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur mengaku jika dirinya menemukan batu meteor.
Pria tersebut bernama Suprianto, Ia menemukan dua batu meteor ditengah hutan.
Dalam penemuannya, kedua batu meteor tersebut ditemukan dengan rentang waktu berbeda.
Batu pertama ia temukan sekitar bulan Maret 2022 dan kedua pada 22 Juni 2022.
Suprianto menemukan batu meteor ditengah hutan yang jarak rumah dengan lokasi batu tersebut kurang lebih 23 kilometer.
Dirinya menyebut sampai harus estafet dua kali saat membawa pulang satu batu.
“Jarak dari rumah saya 23 km ada. Saya bawa pulang estafet, dua kali,” kata Suprianto, Minggu, 9 Juli 2023.
Namun, klaim Suprianto diragukan pakar fisika teori Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Dr rer nat Bintoro Anang Subagyo mengaku ragu.
Menurut Bintoro, bisa jadi batu itu memang meteor. Namun harus ada kajian untuk membuktikannya. Keraguan Bintoro bukan tanpa alasan.
Menurutnya, melihat ukuran batu yang besar, harusnya ada jejak yang jelas. Dia ragu karena batu sebesar itu tidak menimbulkan benturan keras di tanah.
“Bisa iya (meteor). Tapi, jika melihat pada ukuran, agak mustahil tanpa mengakibatkan benturan yang cukup keras,” terang Bintoro, Senin, 10 Juli 2023.
Bintoro mengatakan, jika memang batu meteor jatuh dengan ukuran besar, pastinya akan diketahui secara luas. Bahkan bisa diketahui kapan proses terjadinya.
“Kecuali jika hal tersebut terjadi pada masa lampau, di mana daerah penemuan tersebut tidak ada penghuni manusia,” ujarnya. (Alief)
















Discussion about this post