Suaranusantara.com- Dekatnya peringatan Hari Diabetes Sedunia pada tanggal 14 November mengingatkan kita pada kisah Judith Luebke, seorang wanita dari Oklahoma, Amerika Serikat, yang menemukan bahwa Apple Watch-nya menjadi penyelamat hidup. Pada tahun 2021, smartwatch-nya memberikan notifikasi yang tidak biasa terkait detak jantungnya.
Luebke menerima pemberitahuan yang mengindikasikan detak jantungnya yang tidak normal, sebuah kondisi yang dikenal sebagai Atrial Fibrilasi (A-Fib).
A-Fib adalah kondisi di mana jantung berdetak tidak teratur dan cenderung lebih cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, dan masalah jantung lainnya. Awalnya, Luebke meremehkan notifikasi tersebut, menganggapnya sebagai dampak stres setelah kehilangan tunangannya.
Meskipun begitu, tindakan cepat Luebke menjadi penentu keselamatannya. Saat notifikasi muncul, ia sedang dalam perjalanan menuju rapat di kantornya. Setelah berbicara dengan atasannya, Luebke memutuskan untuk meminta izin dan menuju ke rumah sakit.
Di rumah sakit, Luebke mendapat diagnosis diabetes dan tingkat gula darah yang sangat tinggi. Dokter mengatakan bahwa jika ia menunggu hingga akhir pekan, nasibnya mungkin berbeda.
Usai mendapatkan perawatan medis, Luebke merasa lebih baik dan merasa bahwa Apple Watch-nya telah menyelamatkan nyawanya. Ia bahkan mengirimkan email ucapan terima kasih kepada CEO Apple, Tim Cook, untuk fitur yang telah menyelamatkannya.
Kisah ini juga mengingatkan kita pada pentingnya pemantauan kesehatan melalui perangkat wearable seperti Apple Watch. Fitur deteksi A-Fib telah tersedia di beberapa model Apple Watch, termasuk Apple Watch SE, Apple Watch Series 4 dan 5, Apple Watch Series 6, serta Apple Watch generasi terbaru. Keselamatan dan peringatan dini yang diberikan oleh perangkat ini telah membantu menyelamatkan nyawa penggunanya.(kml)


















Discussion about this post