Suaranusantara.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tanggal, lokasi, dan detail penting untuk debat calon wakil presiden (cawapres) kedua dalam rangkaian Pilpres 2024.
Debat tersebut akan dihelat pada Minggu, 21 Januari 2024, pukul 19.00 WIB, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.
Debat cawapres kedua ini akan melibatkan tiga cawapres, yaitu Muhaimin Iskandar (nomor urut 1), Gibran Rakabuming Raka (nomor urut 2), dan Mahfud MD (nomor urut 3).
Jurnalis Retno Pinasti dari SCTV dan Zilvia Iskandar dari Metro TV akan memandu jalannya debat sebagai moderator.
KPU telah menetapkan sebelas panelis untuk memeriahkan debat cawapres kedua, yang berasal dari beragam latar belakang dan bidang keahlian. Dengan berbagai pandangan dan pengalaman, panelis ini diharapkan memberikan pertanyaan yang tajam dan mendalam kepada kedua cawapres.
Berikut daftar panelis debat kedua cawapres:
1. Prof. Dr. Ir. Abrar Saleng, S.H, M.H
Ahli Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam, Universitas Hasanuddin
2. Dr. Arie Sujito, SP M.Si
Sosiolog Pedesaan/Dosen Fisipol UGM
3. Prof. Dr. Arif Satria, SP. MSi
Ahli Ekologi Politik dan Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam, Rektor Institut Pertanian Bogor
4. Dewi Kartika
Ahli Agraria/Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria
5. Fabby Tumiwa
Ahli Transisi Energi/Direktur Eksekutif Institute Presidential Services Reform
6. Prof. Dr. Ir. Haryadi Kartodihardjo, MS
Ahli Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup/Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor
7. Prof. Dr. Ir. Ridwan Yahya, M.Sc
Ahli Kehutanan dan Lingkungan Hidup/Guru Besar Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu
8. Rukka Sombolinggi, SP, M.A
Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara/Ahli Masyarakat Adat
9. Prof. Sudharto, P. Hadi, Ph.D
Pakar Manajemen Lingkungan/Rektor Universitas Diponegoro 2010-2015
10. Prof. Dr. Sulistiyowati Irianto, M.A
Guru Besar Antropologi Hukum, Fakultas Hukum Universitas Indonesia
11. Ir. Tubagus Furqon Sofhani, M.A, Ph.D
Ahli Perencanaan Wilayah dan Perdesaan, Institute Teknologi Bandung


















Discussion about this post