Suaranusantara.com- Haryo Ksatrio Utomo, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif First Connect Indonesia , menganggap bahwa ada potensi bagi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk menggantikan Mahfud MD sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam).
Menurut Haryo, AHY memiliki rekam jejak karier yang positif, sehingga dianggap mampu untuk memahami aspek-aspek hukum, pertahanan, dan keamanan secara menyeluruh.
“Secara rasional, AHY juga memiliki pengalaman karir yang baik sehingga bisa melihat aspek politik hukum dan Hankam secara komprehensif” ujar Haryo kepada Strategi.id, Jumat 2 Februari 2024.
“Kenapa ada potensi AHY ditunjuk karena AHY memiliki pemahaman untuk meningkatkan relasi kerjasama pertahanan antara RI dan Australia mengingat pada masa SBY ada perjanjian keamanan antardua negara” tambahnya
Namun, Haryo tidak mengelakkan jika kemungkinan ketua umum Demokrat itu dapat mengambil posisi Prabowo jika harus terpaksa mundur karena desakan lawan poolitik pada pilpres 2024.
“Cuma memang ada kemungkinan spekulatif bisa saja dia nanti dijadikan menhan jika ada desakan dari lawan politik Prabowo agar Prabowo mundur” jelas dia.
Tidak hanya itu, Haryo juga singgung soal kedekatan antara Susilo Bambang Yudhoyono dengan Jokowi. Ia tepis jika hubungan mantan Presiden ke 6 itu dan Jokowi tidak harmonis.
“Sebenarnya SBY dan Jokowi juga memiliki hubungan personal yang baik, sehingga SBY juga sering memberikan saran kepada Jokowi mengenai cara menjalankan pemerintahan. Itu sebabnya hal wajar jika SBY terkadang suka mengkritik Jokowi secara terbuka” ujarnya
“Program MP3EI dari SBY itu dikembangkan dan dimasukkan dalam Program Strategis Nasional atau PSN era Jokowi dan doktrin poros maritim dari Jokwoi misalnya adalah pengembangan dari doktrin geopolitik SBY ” tambahnya


















Discussion about this post