Suaranusantara.com- Kaesang Pangarep putra bungsu Presiden Joko Widodo atau Jokowi sekaligus Ketum PSI dalam hasil survei LSI menempati urutan pertama dalam simulasi 21 bakal calon gubernur di Jawa Tengah.
Kaesang menempati urutan pertama dengan perolehan suara sebanyak 15,9 persen.
Tak cuma satu simulasi saja, pada survei LSI dalam simulasi enam kandidat, nama Kaesang juga unggul dengan memperoleh suara 25,6 persen.
“Kaesang Pangarep kalau enam kandidat itu cenderung unggul dari Ahmad Luthfi, cukup signifikan unggul hampir 10 persen,” ujar Djayadi dalam rilis ‘Pilkada di Daerah Kunci: Siapa Unggul di Jawa Tengah’ yang disiarkan daring, Minggu 30 Juni 2024.
Menurut Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, keunggulan Kaesang disebabkan dari efek Jokowi.
Mengingat Kaesang adalah putra bungsu dari orang nomor satu di negeri ini Jokowi.
Lalu, kunggulan lain juga dikarenakan menurut Djayadi, pemilih yang memilih Kaesang atau Ahmad Luthfi dilihat dari tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi cenderung mendukung Kaesang dan Ahmad Luthfi.
Ia mengatakan jika Kaesang tidak berkontestasi di Pilkada Jawa Tengah, maka pemilih yang yang menyatakan puas dengan kinerja presiden itu cenderung lebih mendukung Ahmad Lutfhi.
“Tapi kalau ada Ahmad Lutfhi, ada Kaesang juga, untuk sementara kita bisa mengatakan Ahmad Luthfi dan Kaesang Pangarep berebut pengaruh Jokowi di sini,” jelas Djayadi.
Djayadi lantas turut menyinggung soal keberpihakan presiden pada Pilkada 2024 nanti karena saat ini belum menyatakan keterbukaan mendukung siapa.
“Tentu kita tidak tahu kalau misalnya nanti presidennya secara terbuka menyatakan dia lebih mendukung siapa atau siapa sebetulnya yang akan maju nanti. Apakah betul Ahmad Luthfi dan Kaesang akan maju atau tidak, dan seterusnya,” sambung dia.
Adapun Djayadi menilai peta politik di Pilkada Jawa Tengah masih cair meskipun telah ada nama-nama yang bermunculan. Hal ini disebabkan tak adanya calon petahana atau incumbent.
“Di Jawa Tengah karena tidak incumbent, peta politiknya masih cair. Tetapi walaupun masih cair, ada 3 atau 4 nama yang cenderung bersaing cukup ketat, yaitu Kaesang Pangarep, Ahmad Lutfhi, kemudian Taj Yasin Maimoen dan Bambang Wuryanto,” kata Djayadi.
Di antara nama-nama itu, kata Djayadi belum ada yang dominan unggul.
“Sehingga dengan demikian Pilkada di Jawa Tengah masih sangat terbuka, petanya masih sangat cair,” kata dia.
Djayadi menyebut sejumlah alasan yang dapat memengaruhi tingkat dukungan adalah tingkat popularitas, dukungan partai-partai di tingkat akar rumput, hingga kepuasan kepada presiden.
*

















Discussion about this post