Suaranusantara.com- Menteri ESDM yang juga Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia telah menyelesaikan Studi S3 di Universitas Indonesia (UI).
Bahlil yang telah menyelesaikan Studi S3 di UI pun meraih gelar Doktor dan akan diwisuda pada Desember 2024 mendatang.
Diketahui Bahlil menjalani Studi S3 dalam waktu yang sangat cepat hanya kurang dari dua tahun saja atau tepatnya satu tahun delapan bulan.
Hal ini pun menuai sorotan publik lantaran Studi S3 yang dijalani Bahlil sangat singkat, pasalnya dalam menjalani pendidikan tersebut butuh waktu yang cukup lama.
Adapun dalam menjalani Studi S3 dibutuhkan waktu selama tiga tahun atau bahkan lebih malah sampai ada yang lima tahun lamanya.
Lantas bagaimana penjelasan lengkap terkait Studi S3 terutama di UI tempat Bahlil menimba ilmu untuk meraih gelar Doktor?
Adapun perguruan tinggi di Indonesia pada umumnya masa studi magister ditempuh dalam waktu tiga tahun tergantung pada konsentrasi yang diambil, disertasi yang dilakukan, dan kebijakan tempat kuliah.
Dalam kurun waktu tersebut, calon penerima gelar doktor juga harus melakukan penyusunan disertasi sebagai syarat kelulusan.
Sementara itu, aturan meraih gelar doktor di UI juga telah termaktub dalam Peraturan Rektor Universitas Indonesia Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Program Doktor.
Berdasarkan Pasal 25 peraturan tersebut  disebutkan mahasiswa harus menempuh sepanjang enam semester masa studi yang terdiri dari dua semester pembelajaran yang mendukung penelitian dan empat semester penelitian.
Adapun masa studi tersebut telah diperhitungkan untuk semua status akademik sebelum dinyatakan lulus.
Beban belajar program doktor paling sedikit 88 satuan kredit semester (SKS) dengan jumlah maksimal yang dapat diambil setiap semester sebanyak 24.
Untuk program doktor jalur riset sebagaimana diambil oleh Bahlil, Pasal 29 menyatakan mahasiswa wajib melaksanakan kajian literatur, khususnya pada jurnal ilmiah bereputasi yang berkaitan dengan riset utama mereka, dengan bobot sepuluh SKS.
Selain itu, mahasiswa harus mengikuti perkuliahan Program Doktor Jalur Riset yang dilaksanakan sepenuhnya di UI atau sebagian di mitra universitas luar negeri melalui Program Double Degree, Dual Degree, Program Joint Degree, atau program mobilitas internasional.
Selama menjalani program magister, mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing akademik untuk membimbing dan mengarahkan dalam menyusun rencana studi sesuai dengan aturan yang berlaku serta mengikuti perkembangan studi peserta didik.
Selain mendapatkan dosen pembimbing akademik, mahasiswa akan memiliki promotor untuk membimbing dalam melakukan melakukan penelitian dan penulisan tugas akhir.
Sebelum meraih gelar Doktor, mahasiswa nantinya akan menjalani sebanyak sembilan tahapan wajib, apa saja berikut tahapannya:
1. Melaksanakan kajian literatur khususnya pada jurnal ilmiah bereputasi berkaitan dengan riset utamanya dengan bobot 10 SKS.
2. Mengikuti perkuliahan program doktor jalur riset yang dilaksanakan di UI sepenuhnya atau sebagian ditempuh di mitra universitas luar negeri.
3. Mengikuti ujian proposal riset dengan bobot delapan SKS.
4. Mengikuti ujian hasil riset dengan bobot 18 SKS.
5. Publikasi makalah ilmiah terkait bidang risetnya sebagai penulis utama yang didampingi promotor dan ko promotor yang telah diterima untuk dipublikasikan paling sedikit dalam jurnal nasional terindeks Science and Technology index (SINTA) 2 dengan bobot 10 SKS.
6. Publikasi makalah ilmiah terkait bidang risetnya sebagai penulis utama didampingi promotor dan ko promotor yang telah diterima untuk dipublikasikan dalam jurnal internasional terindeks bereputasi atau buku yang diterima untuk diterbitkan oleh penerbit buku terindeks bereputasi internasional dengan bobot 18 SKS.
7. Mengikuti ujian hasil riset II dengan bobot 20 SKS.
8. Menyerahkan bukti pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dari poin pertama sampai poin keenam sebagai persyaratan untuk mengikuti ujian promosi.
9. Menyerahkan satu karya tugas akhir dan mengikuti sidang promosi sebagai tahap akhir program doktor dengan bobot empat SKS.
Diketahui pihak UI pada Rabu 13 November 2024 telah menangguhkan gelar Doktor Bahlil Lahadalia.
Penangguhan itu berdasarkan keputusan yang diambil melalui rapat Koordinasi bersama empat Organ UI.
Empat Organ UI di antaranya Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (DGB UI), Senat Akademik (SA), rektor dan MWA.
Rapat diketahui digelar pada Selasa 12 November 2024 di Kampus UI Salemba, Jakarta.
“Kelulusan BL, mahasiswa Program Doktor (S3) SKSG ditangguhkan, mengikuti Peraturan Rektor Nomor 26 Tahun 2022, selanjutnya akan mengikuti keputusan sidang etik,” ujar Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI Yahya Cholil Staquf dalam keterangan yang diterima pada Rabu 13 November 2024.


















Discussion about this post